Cerita Mendagri Setrika Baju Sendiri
Mendagri Tjahjo Kumolo (Foto:Antara/Nova Wahyudi)
Jakarta: Jabatan menteri identik dengan pelayanan wah dan beragam keistimewaan. Namun tak semua menteri menikmati beragam fasilitas istimewa yang menjadi haknya. Beberapa di antaranya memilih hidup sederhana. Salah satunya, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo.

Meski mendapat pelayanan kelas satu, Tjahjo tak segan melakukan pekerjaan domestik dengan tangannya sendiri.

"Saya menyetrika sendiri baju yang akan saya pakai. Kalau menyetrika sendiri rasanya lebih puas," kata pria kelahiran Surakarta, 60 tahun silam itu dalam keterangan tertulis yang diterima Medcom.id, Kamis, 5 Juli 2018.


Pengakuan politikus PDI Perjuangan yang disampaikan saat bincang santai bersama wartawan itu cukup mengagetkan. Sebab, menduduki jabatan strategis di pemerintahan Indonesia pasti diberikan fasilitas nomor satu. 

Walau sekarang sudah jadi menteri, Tjahjo tak mau berubah sikap dan kebiasaan. Bahkan, ia tak segan turun ke dapur untuk membuat makanan sendiri.

Ia mengaku piawai meracik menu nasi goreng atau memasak daging kambing. Maka tak heran, mantan Ketua Fraksi PDI-P itu selalu menyediakan stok bahan makanan di kulkas rumahnya. 

Untuk urusan makan pun, Tjahjo tak rewel. Meski menjabat sebagai pembantu kepala negara, dia tidak mematok harus selalu makan di restoran. Bersantap di warung pinggir jalan pun tak jadi soal baginya.

Pernah satu ketika saat menjalankan tugas ke Yogyakarta dan Klaten, peraih gelar sarjana Fakultas Hukum Universitas Dipenogoro tahun 1985 itu menikmati semangkok bakso di warung yang berada di trotoar jalan. Ayah dari tiga anak itu juga pernah membeli es kelapa di warung sederhana. 

Tak hanya urusan perut. Dalam hal bepergian pun Tjahjo tak sungkan naik transportasi umum. Seperti yang dilakukannya saat pergi ke Bandung untuk menghadiri acara di Sesko TNI pada Rabu, 4 Juli 2018. Tjahjo memilih menggunakan kereta karena kenyamananya dianggap sama dengan pesawat dan bebas macet.

Tidak hanya itu, naik kereta baginya semacam mengenang masa lalu. Kereta menajdi salah satu moda transportasi andalan Tjahjo mengunjungi kampung halaman waktu awal-awal menjadi anggota DPR.

"Saya dulu kalau mudik ke Semarang ya naik kereta seringnya," sebut alumni SMA 1 Semarang itu.

Menurutnya, naik angkutan umum membuatnya lebih dekat dengan masyarakat. Seperti saat ke Bandung, usai turun dari kereta selalu saja ada penumpang yang minta foto bareng. 

Dia tak pernah menolak. Baginya, melayani permintaan foto itu sudah membuatnya bahagia karena bisa membuat masyarakat senang. " Tugas saya kan melayani masyarakat. Dari hal-hal kecil saja kita mulai melayani. Membuat warga senang, bagi saya itu cukup membahagiakan," kata mantan politikus Golkar itu.

Meski lebih memilih moda transportasi umum, Tjahjo juga tak ingin diistimewakan. Seperti menggunakan pesawat saat keluar kota, Ia jarang sekali pergi misalnya lewat jalur VIP. 

Ia selalu masuk bandara lewat jalur penumpang biasa, antri penumpang lainnya. Pernah satu ketika, Tjahjo lebih memilih berdesak-desakan di dalam bis dengan pengguna jasa transportasi udara lainya saat menuju pesawat karena tak memakai garbarata. 

Saat memakai mobil dinas juga begitu. Tjahjo meminta agar mobil polisi yang mengawalnya tidak membunyikan sirine atau menerobos lampu merah karena sangat mengganggu masyarakat. Ia tak mau warga terganggu hanya karena pejabat akan lewat. 

"Kalau tak ada yang diburu waktu, untuk apa menerobos, " ujar dia.



(ROS)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id