BI Goes to Campus 2018, Cara BI Mengedukasi dan Berdiskusi dengan Milenial

M Studio 30 November 2018 11:52 WIB
bank indonesiaBI Goes to Campus
BI Goes to Campus 2018, Cara BI Mengedukasi dan Berdiskusi dengan Milenial
Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia Arbonas Hutabarat (Foto:Medcom.id/P Aditya Prakasa)
Bandung: Bank Indonesia (BI) berkomitmen mengedukasi dan menyosialisasikan kebijakan kepada masyarakat. Bank Sentral di Indonesia ini juga membuka ruang diskusi dengan mahasiswa.

Salah satu wadahnya melalui BI Goes to Campus 2018. Mengusung tema Ekonomi Digital dan Perlindungan Konsumen, pada tahun kelima ini BI mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya penerapan ekonomi digital seiring berkembangnya teknologi dan komunikasi secara digital. Selain itu, BI juga memaparkan pentingnya perlindungan konsumen pada era ekonomi digital.

BI memilih kampus untuk edukasi publik karena mahasiswa merupakan segmen masyarakat yang akan berperan penting dalam kemajuan bangsa dalam periode jangka panjang. Mahasiswa atau anak muda pada umumnya memiliki komunikasi terbuka dan daya adaptif yang tinggi terhadap perkembangan zaman.


Kegiatan ini juga bertujuan mendorong generasi muda untuk menjadi wirausahawan lokal berbasis digital, sehingga dapat berkontribusi untuk mendukung ketahanan ekonomi nasional.  

Setelah diselenggarakan di tiga kampus (Universitas Brawijaya, Malang; Universitas Sriwijaya, Palembang; dan Universitas Pattimura, Ambon; Bandung menjadi lokasi terakhir. Tepatnya di Gedung Sasana Budaya Ganesha (Sabuga) Bandung, Jawa Barat, Rabu 28 November 2018.

Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia Arbonas Hutabarat berharap dengan diadakannya BI Goes to Campus, bisa membuka ruang diskusi bersama para mahasiswa seluruh Indonesia.

"Dalam konteks pengelolaan komunikasi yang efektif, kegiatan edukasi publik penting dilakukan agar kebijakan BI dapat dipahami oleh publik secara umum. Edukasi ini akan memberikan ruang untuk berdiskusi sehingga nanti akan didapatkan masukan yang bagus terkait kebijakan BI," kata Arbonas.

Berbicara mengenai ekonomi digital, sangat memengaruhi kehidupan masyarakat sehari-hari. Namun, masyarakat perlu memahami mengenai kekurangan, kelebihan, potensi, dan tantangan dalam penerapan ekonomi digital.

"Mau tidak mau, suka tidak suka, kemajuan pesat teknologi akan mendorong seluruh masyarakat dunia, termasuk Indonesia mengalami prestasi revolusi teknologi yang berpengaruh kepada cara hidup, berkerja, dan berhubungan satu dengan yang lain," kata dia.

Jumlah tenaga kerja kaum muda diprediksi mengalami lonjakan pada rentang 2020-2030. Ditambah dengan kehadiran revolusi industri 4.0, generasi muda harus siap menghadapinya.

"Hal ini dapat memenuhi sumber daya manusia yang dibutuhkan perusahaan industri teknologi Indonesia, khususnya yang menunjang penerapan revolusi 4.0. Kami yakin anak muda Indonesia akan berawal dari sini, dari mahasiswa dan civitas akademik seluruh Indonesia," ucap dia.

Selain edukasi ekonomi digital, BI menyelenggarakan  Video dan Blog Competition berhadiah total Rp200 juta. 

Untuk mengikuti kompetisi ini, Anda hanya perlu membuat video atau blog dengan memilih satu di antara dua tema, yaitu Ekonomi Digital #Ecodigi, Perlindungan Konsumen #amanbertransaksi.

Periode penyelenggaraan Video dan Blog Competition berlangsung pada 1 November hingga 15 Desember 2018.

Segera daftarkan diri Anda, sekarang! Syarat dan ketentuan, serta mekanisme kompetisi dapat dilihat di sini.



(ROS)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id