Pentingnya Generasi Muda Beradaptasi dengan Ekonomi Digital
BI Goes to Campus diselenggarakan di Gedung Sasana Budaya Ganesha (Sabuga) Bandung, Jawa Barat, Rabu 28 November 2018 (Foto:Medcom.id/P.Aditya Prakasa)
Bandung: Didukung tingginya jumlah populasi yang melek digital, Indonesia sangat potensial untuk mengembangkan ekonomi digital. 

Laju pertumbuhan ekonomi digital Indonesia pun tercatat baik. Salah satu penandanya yaitu menjamurnya perusahaan startup. Terutama yang bergerak di sektor e-commerce, transportasi online, fintech, dan agen perjalanan. Valuasi perusahaan-perusahaan tersebut di atas USD1 miliar.

Melesatnya pertumbuhan ekonomi digital itu karena ada sekitar 93,4 juta pengguna internet dan 71 juta pengguna perangkat telepon pintar di Indonesia. Kemudahan bertransaksi virtual telah menggerakkan orang-orang untuk beralih berbelanja online.

Berdasarkan data analisis Ernst & Young, pertumbuhan nilai penjualan bisnis online di Indonesia setiap tahun meningkat 40 persen. Pada 2020, volume bisnis e-commerce di Indonesia diprediksi mencapai USD130 miliar dengan angka pertumbuhan per tahun sekitar 50 persen.

Selaras dengan data tersebut pemerintah mencanangkan target pada 2020, nilai bisnis ekonomi digital Indonesia mencapai USD130 miliar atau setara Rp1.730 triliun. 

Untuk mendukung tercapainya target tersebut, pemerintah membenahi jaringan selular melalui Palapa Ring (jaringan serat optik nasional) dan peluncuran satelit yang rencananya akan dilakukan pada 2019. Perangkat tersebut akan melayani kebutuhan internet cepat di seluruh daerah di Indonesia.

Melihat agresifnya pertumbuhan ekonomi digital, generasi muda pun perlu dibekali pengetahuan seputar topik tersebut agar tidak tertinggal. Bank Indonesia (BI) mengambil bagian dari edukasi ekonomi digital kepada masyarakat, khususnya mahasiswa dengan menggelar BI Goes to Campus 2018.

Bandung menjadi lokasi terakhir yang dikunjungi BI Goes to Campus, setelah sebelumnya diselenggarakan di tiga kampus (Universitas Brawijaya, Malang; Universitas Sriwijaya, Palembang; Universitas Pattimura, Ambon).

Ribuan mahasiswa tampak berduyun-duyun mendatangi lokasi acara di Gedung Sasana Budaya Ganesha (Sabuga) Bandung, Jawa Barat, Rabu 28 November 2018.

Universitas Pasundan (Unpas) bahkan menerjunkan sekitar 800 mahasiswa untuk menambah pengetahuan seputar ekonomi digital pada acara BI Goes to Campus.

 
(Foto:Medcom.id/P.Aditya Prakasa)

Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan Unpas Deden Ramdan mengapresiasi kegiatan ini. Mahasiswa perlu pembekalan keterampilan selain dari teori yang diperolehnya di kelas.

"Bahwa hasil survei menunjukkan 20 persen intelektual yang didapatkan dari IPK, tidak cukup sebenarnya. Karena 80 persen keberhasilan seorang calon lulusan didapatkan dari soft skill," ucap Deden.

Dia berharap kegiatan serupa dapat rutin digelar agar generasi muda senantiasa terhubung dengan perkembangan ekonomi digital.

"Kegiatan semacam ini harus terus berlangsung, terus terjadi. Karena ekonomi digital hitungannya bukan hari, apalagi bulan atau minggu, tapi minute by minute," ucap Deden.

Selain Unpas, BI Goes to Campus di Bandung juga dihadiri mahasiswa dari Unpad dan ITB. Mereka sangat antusias mengikuti talkshow yang menghadirkan pembicara CEO DAMN I Love Indonesia Daniel Mananta dan Co-Founder Adorable Project Fajar Nugraha.

Salah satu peserta yang ditemui di lokasi, Annisa Marwah, mengatakan wawasannya mengenai ekonomi digital kian bertambah. 

"Banyak banget wawasan baru yang kita dapatkan. Salah satunya, kita diperkenalkan dengan yang namanya Google Trends. Ekonomi digital bagus banget dan bisa jadi acuan untuk meningkatkan ekonomi secara umum," kata mahasiswi ITB jurusan Rekayasa Pertanian ini.

Dara 21 tahun itu pun berharap kegiatan yang membahas mengenai perkembangan tekonologi dan ekonomi digital bisa rutin diselenggarakan. "Karena sangat berpengaruh dengan kehidupan kita," ucapnya.

Masih dalam rangkaian kegiatan BI Goes to Campus 2018, BI mengadakan Video dan Blog Competition berhadiah total Rp200 juta. Untuk mengikuti kompetisi ini, Anda hanya perlu membuat video atau blog dengan memilih satu di antara dua tema, yaitu Ekonomi Digital #Ecodigi, Perlindungan Konsumen #amanbertransaksi.

Periode penyelenggaraan Video dan Blog Competition berlangsung pada 1 November hingga 15 Desember 2018.

Segera daftarkan diri Anda, sekarang! Syarat dan ketentuan, serta mekanisme kompetisi dapat dilihat di sini.



(ROS)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id