Ilustrasi/Medcom.id
Ilustrasi/Medcom.id

Misi Mulia dari Bandung: Membendung Covid-19!

Sejarah Panjang Unpad Meracik Vaksin

Nasional Virus Korona Bio Farma Unpad Konvergensi MGN
Media Indonesia, Bayu Anggoro • 19 Agustus 2020 07:40
Bandung: Universitas Padjajaran (Unpad) Bandung tidak begitu saja dipilih menjadi penguji klinis fase ketiga vaksin virus korona (covid-19). Perguruan tinggi negeri ini memiliki sejarah yang cukup panjang dalam melakukan riset dan uji coba vaksin terutama yang diproduksi anak bangsa seperti buatan PT Bio Farma.
 
Menurut Ketua tim uji coba fase ketiga vaksin virus korona Fakultas Kedokteran Unpad, Profesor Kusnandi Rusmil, sejak puluhan tahun silam Unpad selalu dipercaya dalam uji klinis berbagai vaksin lokal terutama buatan PT Bio Farma. Selain karena sudah memiliki tim medis yang disiapkan ketika uji klinis vaksin, menurut dia, Unpad pun tidak kesulitan untuk mencari calon subjek atau relawan yang akan menjalani uji coba tersebut.
 
Terlebih, dengan kebutuhan subjek yang tidak terlalu banyak, pihaknya akan mudah menemukan relawan karena berasal dari lingkungan sekitar. Biasanya mereka merupakan tenaga pengajar, staf pegawai, dan mahasiswa Unpad. Selain itu, terdapat juga komunitas masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap dengan perkembangan medis.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Dalam setiap uji klinis vaksin, kami sudah punya wilayah-wilayah dalam pengambilan sampel," katanya.
 
Pada uji klinis vaksin virus korona ini, FK Unpad memerlukan calon subjek yang cukup banyak yakni 1.620 orang. Kondisi ini mengharuskan pihaknya untuk membuka pendaftaran bagi masyarakat umum.
 
"Biasanya kita uji coba ke 20 hingga 30 orang. Sekarang 1.620 orang," katanya.
 
Meski begitu, kata dia, dari sisi waktu, uji klinis vaksin virus korona ini akan lebih cepat dibanding vaksin-vaksin lainnya. Kondisi ini tidak terlepas dari mendesaknya kebutuhan warga dunia khususnya Indonesia akan adanya vaksin virus korona.
 
"Sekarang kan sedang pandemi, jadi kita berkejaran waktu dengan virusnya, jangan sampai semakin banyak orang yang terkena," katanya.
 
Biasanya, tambah dia, uji klinis vaksin dalam kondisi normal memerlukan waktu 3-4 tahun. "Sekarang kita harus secepat mungkin dengan tetap mengedepankan kehati-hatian dan ketepatan," katanya.

 
Read All



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif