Pekan Budaya Indonesia akan menampilkan kegiatan-kegiatan dari satuan kerja Ditjen Kebudayaan (Foto:Dok)
Pekan Budaya Indonesia akan menampilkan kegiatan-kegiatan dari satuan kerja Ditjen Kebudayaan (Foto:Dok)

PBI Memperkuat Upaya Pelestarian Budaya

Nasional
Anindya Legia Putri • 19 September 2017 08:35
medcom.id, Jakarta: Pekan Budaya Indonesia (PBI) 2017 akan diselenggarakan pada 22-27 September, di Palu, Sulawesi Tengah. PBI ketiga ini terasa istimewa karena berkolaborasi dengan Festival Pesona Palu Nomoni (FPPN), yang merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Hari Ulang Tahun Kota Palu.
 
“Setelah tahun lalu kami selenggrakan PBI di Malang, tahun ini dilaksanakan di Palu. Idenya ingin sekaligus membantu menghidupkan kegiatan-kegiatan dan juga ekosistem di daerah-daerah. Kebetulan, di Palu ini ada Festival Pesona Palu Nomoni yang cukup besar yang mereka selenggarakan, dan itu bertepatan juga dengan ulang tahun Kota Palu,” papar Direktur Jenderal Kebudayaan, Hilmar Farid, kepada Metrotvnews.com.
 
Pekan Budaya Indonesia akan menampilkan kegiatan-kegiatan dari satuan kerja Ditjen Kebudayaan yang nantinya akan disajikan di Palu, seperti berbagai pertunjukan seni, pameran, seminar budaya, dan kegiatan lainnya. “Tentu kerjasama dengan daerah, kita selaraskan saja, sifatnya memperkuat Festival Pesona Palu Nomoni dengan kegiatan kita. Tidak berdiri sendiri, tetapi kita termasuk dalam bagian itu,” jelas Hilmar.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dari segi visi, Hilmar mengatakan, PBI merupakan salah satu bentuk implementasi dalam hal pelestarian budaya. Sehingga fokus PBI utamanya adalah menyajikan, menghadirkan, dan memprakarsai apa yang selama ini sudah dilakukan dalam rangka pelestarian budaya.
 
“Jadi mulai dari pelestarian cagar budaya, tradisi, nantinya juga akan ada pertemuan masyarakat adat dari seluruh Indonesia. Intinya menampilkan usaha usaha pemerintah untuk melestarikan dan memajukan kebudayaan. Kita selalu bersinergi dengan pemerintah daerah setempat dalam mewujudkan Pekan Budaya Indonesia. Dengan terlaksananya PBI di Palu, diharapkan dapat mendorong kemandirian ekonomi kerakyatan serta jembatan menuju Palu sebagai kota destinasi wisata berbasis budaya,” kata Hilmar.
 
Selain itu, terdapat tiga hal yang menjadi pencapaian bagi Ditjen Kebudayaan dalam pelaksanaan PBI, yakni adanya transmisi nilai, yang kedua perihal konten atau pada penyelenggaraan itu sendiri, dan yang ketiga berkaitan dengan komunitas, pelaku ataupun penggiat kebudayaan di daerah-daerah.
 
PBI Memperkuat Upaya Pelestarian Budaya
Antusiasme pelajar pada kegiatan mendongeng pada PBI 2016 (Foto:Dok)
 
“Kita lihat selama ini sudah banyak sekali festival di Indonesia dengan kualitas yang bervariasi. Kita ingin melalui PBI ini bisa membantu memperkuat di bagian-bagian yang lemah. Terkait dengan transmisi nilai, tentunya Pancasila menjadi landasan dasar dalam kegiatan ini. Namun kami tak ingin nilai Pancasila disampaikan hanya melalui verbal. Kami ingin meletakkan nilai-nilai Pancasila dalam praktik, contohnya, kita akan menempatkan pihak-pihak yang biasanya terpinggirkan, seperti penyandang disabilitas, nantinya akan kita berikan ruang untuk berbicara, karena inikan bagian dari persatuan Indonesia," ujarnya.
 
"Kita sekarang terlalu fokus pada ras, suku, agama, sedangkan perbedaan fisik belum diberikan ruang. Makanya kita mau ini juga jadi perhatian, kalau kita membicarakan persatuan Indonesia, semua digandeng. Dengan sendirinya pancasila jadi nyawa dalam acara ini,” ucap Hilmar, menambahkan.
 

(ROS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif