ilustrasi/medcom.id
ilustrasi/medcom.id

Densus 88 Diingatkan Tak Sembrono Tangkap Terduga Teroris

Nasional terorisme MUI Teroris radikalisme densus 88
Siti Yona Hukmana • 22 November 2021 15:49
Jakarta: Detasemen Khusus Densus (88) Antiteror Polri diminta tidak sembrono menangkap terduga teroris. Penangkapan tiga mubalig beberapa waktu lalu dianggap sebagai kriminalisasi terhadap ulama. 
 
"Catatan saya adalah penindakan oleh Densus 88 yang sembrono bisa kontraproduktif. Saat ini Densus 88 dianggap anti-Islam, mengkriminalisasi ulama, dan sebagainya. Ini patut disayangkan," kata pengamat teroris Zaki Mubarak saat dikonfirmasi, Senin, 22 November 2021. 
 
Zaki menyebut Densus 88 sembrono menangkap tiga mubalig karena bergerak sendiri. Seharusnya, penegakan hukum terhadap ulama harus berkoordinasi dengan lembaga keagamaan seperti Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, dan Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Jadi, jangan bergerak sendirian," ujarnya.
 
Menurut dia, nama Densus 88 akan tercemar ketika dicap sebagai anti-Islam. Zaki membeberkan banyak masyarakat muslim yang menuntut Densus 88 bertindak keras terhadap teroris kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Papua. 
 
Densus 88 diminta terlibat aktif menumpas KKB yang telah ditetapkan pemerintah sebagai kelompok separatis teroris (KST). Penangkapan hanya terhadap teroris kelompok Islam dipertanyakan. 
 
Baca: Penyebab Kelompok Teroris Mudah Menyusup ke Berbagai Lembaga Negara
 
"Itu yang menimbulkan persepsi Densus 88 tidak adil, diskriminatif, dan hanya menyasar aktivis Islam. Tuntutan pembubaran Densus 88 dilatarbelakangi oleh kekecewaan-kekecewaan seperti itu," ungkap Zaki. 
 
Maka itu, kata Zaki, perlu adanya koordinasi dan komunikasi yang lebih baik dari Densus 88 terhadap lembaga lain. Dia melihat koordinasi itu masih minim. Akibatnya, banyak terjadi kesalahpahaman di masyarakat dan rendahnya kepercayaan masyarakat terhadap Densus 88. 
 
 
Halaman Selanjutnya
"Tantangan bagi Densus 88 saat…
  • Halaman :
  • 1
  • 2
Read All



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif