Anggota Pemuda Rakyat, sayap pemuda PKI ditahan oleh milter, 30 Oktober 1965. FOTO/AP
Anggota Pemuda Rakyat, sayap pemuda PKI ditahan oleh milter, 30 Oktober 1965. FOTO/AP

Jumlah Pasti Korban Pembantaian Pasca G30S PKI Masih Dipertanyakan

Sri Yanti Nainggolan • 22 September 2021 17:16
Jakarta: Terjadi pembantaian besar-besaran pascakegagalan kudeta Gerakan 30 September oleh Partai Komunis Indonesia (G30S/PKI) pada 1965-1966. Target adalah mereka yang diduga mendukung atau anggota PKI
 
Berbagai literatur terkait peristiwa kelam tersebut muncul 20 tahun pascakejadian. Jumlahnya bervariasi, antara puluhan ribu hingga satu juta korban jiwa
 
Robert Cribb dalam Unresolved Problems in the Indonesian Killings of 1965–1966 (2002) menyebutkan bahwa jumlah korban jiwa mencapai 78.500 orang sebelum pembantaian terjadi. Di satu sisi, sejarawan Benedict Anderson dalam Indonesian Destinies (2003) memprediksi ada sekitar 500.000 hingga 1 juta korban jiwa. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Prediksi lain muncul. Sejarawan Hamish McDonald dalam Soeharto's Indonesia (1980) mencatat sekitar 450.000-500.000  jiwa dibantai. Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menyebut berbagai kekerasan setelah peristiwa 30 September 1965 merupakan pelanggaran berat HAM.
 
Baca: 4 Akar Masalah Terjadinya Peristiwa G30S/PKI
 
Ketua Tim Penyelidikan Pelanggaran Kemanusiaan 1965-1966 Nur Kholis mengatakan keputusan itu diambil berdasarkan hasil penyelidikan sejak 2008. Pengumpulan bukti dan pemeriksaan 349 saksi dilakukan di hampir seluruh wilayah Indonesia.
 
Nur Kholis memperkirakan jumlah korban sekitar 500 ribu hingga 3 juta jiwa.
 
Jumlah Pasti Korban Pembantaian Pasca G30S PKI Masih Dipertanyakan
Ketua Komnas HAM Nur Kholis didampingi sejumlah komisioner Komnas HAM lainnya mendatangi Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta, Selasa (27/1/2016). Foto: MI/Rommy Pujianto

Temuan yang dirilis pada 23 Juli 2012 itu menyebutkan ada sembilan perbuatan kejahatan yang dilakukan. Yakni pembunuhan, pemusnahan, perbudakan, serta pengusiran atau pemindahan penduduk secara paksa. 
 
Kemudian, perampasan kemerdekaan atau perampasan kebebasan fisik lain secara sewenang-wenang, penyiksaan, perkosaan atau bentuk-bentuk kekerasan lain yang setara, penganiayaan (persekusi), dan penghilangan orang secara paksa. 
 
Komnas HAM hanya menyebutkan korban jiwa dalam beberapa pelanggaran HAM yang dilakukan. Yakni korban pemusnahan 1.900 orang, korban perbudakan 11.500 orang, korban pemerkosaan 35 orang, korban pengusiran 41.000 orang, korban perampasan 41.000 orang, dan korban hilang 32.774 orang. 
 
  • Halaman :
  • 1
  • 2
Read All



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif