Wagub DKI Sandiaga Uno/Medcom.id/Haifa Salsabila
Wagub DKI Sandiaga Uno/Medcom.id/Haifa Salsabila

Butuh Lahan 4.000 M2 Tampung Pedagang Blok G

Haifa Salsabila • 03 Januari 2018 15:10
Jakarta: Sekitar 900 pedagang di kawasan Blok G, Tanah Abang, Jakarta Pusat, akan ditampung di satu lokasi 'strategis'. Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno menyebut membutuhkan ribuan meter persegi lahan untuk menampung sementara.
 
"Kita coba cari lahan luas. Diperlukan 3.000 hingga 4.000 meter persegi," ujar Sandiaga di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu, 3 Januari 2017.
 
Sandi berharap lahan tersebut tak hanya digunakan menampung pedagang Blok G. Pemprov DKI ingin pedagang kaki lima (PKL) yang tak kebagian lapak di Jalan Jati Baru Raya bisa ikut terakomodasi.

Baca: Blok G Tanah Abang Bakal Dijadikan Rusun
 
Lapak di Jalan Jati Baru memang menarik minat pedagang. Omzet pelapak di tenda biru dan merah itu naik karena berada di area ramai lalu lalang.
 
Itu pula yang menjadi pertimbangan Pemprov DKI. Sandi ingin lahan terintegrasi dengan area mobilitas masyarakat pengguna kereta api maupun TransJakarta.
 
Baca: Pedagang di Blok G Keberatan Direlokasi
 
Sandi mengklaim sudah ada beberapa lahan yang menjadi opsi. Lahan kosong milik PT Kereta Api Indonesia (KAI), lahan di dekat Stasiun Tanah Abang, dan lahan pribadi Wakil Ketua DPRD Haji Lulung menjadi pertimbangan Pemprov DKI.
 
"Tapi, ada lahan yang lain. Kita cari yang terbaik. Kita akan pastikan bahwa ini terbaik," tegas Sandi.
 
Bangunan Blok G Tanah Abang akan dirobohkan dan dijadikan rumah susun (rusun). Dirut PD Pasar Jaya Arief Nasrudin mengatakan bangunan itu sudah terlalu tua. Bila tak dirobohkan, bangunan berusia 30 tahunan itu dikhawatirkan membahayakan penghuni rusun.
 
Baca: Penataan PKL Jati Baru Membuat Iri Pedagang Blok G
 
Rekonstruksi sedianya dilaksanakan sejak 2016. Sayangnya, rencana itu terkendala penyediaan lahan penampungan sementara pedagang.
 
Beberapa pedagang keberatan. Terlebih bila relokasi jauh. Relokasi dipastikan memengaruhi pendapatan pedagang.
 
"Kalau dipindah ke tanah kosong, pengunjung kepanasan mungkin ya. Enak di sini, enggak panas-panas," ujar seorang pedagang Syahrial, Minggu, 24 Desember 2017.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(OJE)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>