Suasana tempat dagang baru PKL di Jati Baru, Tanah Abang, Jakarta Pusat/Medcom.id/M Sholahadhin Azhar
Suasana tempat dagang baru PKL di Jati Baru, Tanah Abang, Jakarta Pusat/Medcom.id/M Sholahadhin Azhar

Penataan PKL Jati Baru Membuat Iri Pedagang Blok G

M Sholahadhin Azhar • 24 Desember 2017 17:07
Jakarta: Penataan PKL (pedagang kaki lima) di Jati Baru, Tanah Abang, Jakarta Pusat membuat iri pedagang lain. Pedagang di Blok G misalnya juga berharap ditempatkan seperti PKL Jati Baru saat relokasi nanti.
 
"Kita ya, maunya seperti mereka. Jangan direlokasi ke tempat yang jauh. Di depan Blok G saja cukup," kata Eka, pedagang seragam sekolah, Minggu, 24 Desember 2017.
 
Eka mendesak rencana relokasi pedagang Blok G ke tanah kosong di belakang kawasan Jati Baru harus dipertimbangkan secara matang. Terlebih, kata Eka, saat ini memang daya jual Blok G tengah merosot drastis. 

Apalagi, lanjut dia, ditambah dengan penutupan jalan umum depan Jati Baru, Tanah Abang. Penutupan itu membuat akses menuju Blok G dari stasiun tertutup, kecuali bagi yang menggunakan armada Trans Jakarta.
 
"Kita dulu bisa lah ya, Rp500 ribu perhari, sekarang boro-boro. Rp400 ribu saja sudah alhamdulillah," kata Eka.
 
Pedagang lain di Blok G, Ruhiat menyebut lapak khusus PKL depan Stasiun Tanah Abang tak adil bagi pedagang di pasar Blok manapun. Sebab mereka tak membayar retribusi, dan menuai untung fantastis karena posisi strategis. 
 
Berbeda dengan pedagang lapak di blok-blok lain yang harus membayar. Namun tak dilirik pengunjung.
 
"Kalau mau, sekalian saja semua tumpah di jalan. Jangan dibedakan. Kami juga cari makan," ujarnya.
 
Omzet pedagang di Blok G tak seberapa jika dibandingkan dengan PKL Jati Baru. Para PKL bisa mengantongi Rp500 ribu perhari, dan meningkat sebanyak Rp700 ribu saat memasuki liburan. Sementara pedagang di Blok G hanya menikmati separuh dari pendapatan itu.
 
Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno meyakini penataan PKL Tanah Abang tidak akan menimbulkan kecemburuan sosial. Pihaknya telah mendata sekitar 426 PKL di kawasan itu untuk menempati salah satu lajur di Jalan Jati Baru Raya.
 
"Kita reses dari 400 PKL itu sebetulnya berhubungan sama pemilik toko. Jadi mereka yang punya toko di dalam, itu (PKL di jalan Jati Baru) front office-nya," ujar Sandi.
 


 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(DHI)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>