Ilustrasi Jakarta. ANT/Galih Pradipta
Ilustrasi Jakarta. ANT/Galih Pradipta

Hal-hal yang Harus Diperhatikan Selama PSBB Jakarta

Nasional Virus Korona Rangkuman Nasional
Renatha Swasty • 08 April 2020 07:33
Jakarta: Pemerintah Provinsi DKI Jakarta direstui Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Pembatasan penting untuk menekan penularan virus korona (covid-19).
 
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan merespons cepat. Dia mengumumkan PSBB bakal diberlakukan mulai Jumat, 10 April 2020 hingga 14 hari ke depan dan dapat diperpanjang sesuai kebutuhan.
 
Pemprov DKI Jakarta punya waktu dua hari sejak pengumuman Anies, Selasa malam, 7 April 2020 buat melakukan sosialisasi. Pihaknya juga tengah menyusun aturan untuk penegakan hukum.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


(Baca: Anies Bisa Segera Menerapkan PSBB di Jakarta)
 
Pemberlakuan PSBB tak bakal jauh berbeda seperti yang sudah diterapkan Ibu Kota tiga minggu terakhir. Namun, Anies menegaskan kali ini pihaknya lebih punya 'taring'.
 
"Kemarin kita tidak ada peraturan yang mengikat kalau sekarang kita bisa menegakkan aturan," kata Anies dalam konferensi pers di Balai Kota Jakarta, Selasa malam, 7 April 2020.
 
Berikut hal-hal yang mesti diperhatikan selama PSBB:

1. Pelarangan Kegiatan

Pemprov DKI Jakarta melarang sejumlah kegiatan di luar rumah. Kegiatan, belajar, bekerja, dan beribadah tetap dilaksanakan di rumah.
 
Fasilitas umum tutup, baik itu fasilitas umum hiburan milik pemerintah maupun tempat hiburan milik masyarakat. Penutupan juga berlaku pada taman, balai, ruang publik terpadu ramah anak (RPTRA), museum, dan ruang olahraga.
 
Kegiatan sosial budaya juga dibatasi. Namun, pemprov tidak melarang pernikahan.
 
(Baca: Tujuh Kegiatan Terlarang Selama PSBB di Jakarta)
 
"Tapi dilakukan di KUA (kantor urusan agama). Kemudian resepsi ditiadakan. Begitu juga dengan kegiatan perayaan lain seperti ritual khitan. Khitannya tetap, perayaannya ditiadakan," papar Anies.
 
Pemprov DKI berserta Polri dan TNI juga tidak membiarkan kerumunan di luar rumah. Pihaknya membatasi orang berkerumun.
 
"Kegiatan di luar ruangan maksimal lima orang. Di atas lima orang tidak diizinkan," tegas dia.

2. Pembatasan Transportasi

Anies memastikan pembatasan transportasi semakin ketat. Pihaknya membatasi jumlah penumpang dalam kendaraan umum dan jam operasional.
 
Dia menuturkan untuk penumpang, misalnya bus, bakal dikurangi hingga 50 persen kapasitasnya. Bus berkapasitas 50 orang cuma bisa diisi 25 orang.
 
"Jam operasi 6.00 pagi sampai 6.00 sore untuk semua kendaraan umum yang beroperasi di Jakarta," tutur dia.
 
Namun, Anies memastikan akses keluar masuk Jakarta tidak ditutup. Pihaknya tak melarang kendaraan pribadi. Namun, jumlah penumpang dalam kendaraan juga tidak boleh banyak dan tetap harus memberlakukan physical distancing.
 
"Untuk delivery barang confirm boleh, kendaraan roda empat boleh tapi dibatasi," tutur dia.

3. 8 Sektor Tetap Buka

Anies menyebut Ibu Kota sebagai pusat kegiatan perekonomian. Pihaknya tetap mengizinkan sejumlah sektor beroperasi. Ini juga untuk memudahkan masyarakat.
 
Kegiatan Pemprov DKI, Kepolisian, dan TNI tetap berjalan. Pelayanan masyarakat tetap buka. Dia menyebut aparatur sipil negara (ASN) yang bisa bekerja di rumah bakal diatur untuk bekerja dari rumah oleh atasan masing-masing.
 
Namun, delapan sektor tetap buka, yakni sektor kesehatan; sektor pangan, makanan, dan minuman; sektor energi seperti air, gas, listrik, pompa bensin; sektor komunikasi baik jasa komunikasi sampai media komunikasi; sektor keuangan dan perbankan termasuk pasar modal.
 
Kemudian sektor kegiatan logistik seperti distribusi barang berjalan seperti biasa; sektor kebutuhan keseharian retail seperti warung dan toko kelontong; serta sektor industri strategis di kawasan ibu kota.
 
(Baca: 8 Sektor Usaha Tetap Jalan Saat PSBB Jakarta)
 
"Sektor kesehatan misalnya yang tetap berkegiatan bukan cuma rumah sakit atau klinik (tapi) termasuk industri kesehatan usaha sabun, disinfektan, sangat relevan dengan situasi sekarang jadi tidak berhenti," tutur dia.
 
Organisasi sosial terkait dengan penanganan pendemi covid-19 juga bisa berkegiatan seperti biasa. Misalnya, lembaga pengelola zakat, pengelola bantuan sosial, lembaga swadaya masyarakat (NGO) di bidang kesehatan yang terkait penanganan covid-19 juga bisa berkegiatan.
 
"Bagi sektor yang dikecualikan melakukan kegiatan tetap mengikuti protab penanganan covid-19. Artinya ada physical distancing, mengharuskan penggunaan masker, mengharuskan ada fasilitas cuci tangan yang mudah ditemukan, dan melakukan cuci tangan yang rutin," papar dia.

4. Bansos bagi Rakyat Miskin

Anies memastikan pihaknya tidak lepas tangan pada masyarakat miskin dan rentan miskin di Ibu Kota. Pemprov DKI Jakarta dan pemerintah pusat menyiapkan bantuan sosial pada masyarakat miskin dan rentan miskin yang terdampak PSBB dan terdampak perekonomian akibat covid-19.
 
Pihaknya bersama Kepolisian dan TNI bakal mendistribusikan sembako kepada masyarakat di kawasan padat penduduk dan masyarakat yang membutuhkan. "Akan didistribusikan mulai Kamis (9 April 2020) dengan begitu kita berharap kebutuhan masyarakat yang miskin dan rentan miskin bisa kita bantu," tutur dia.
 
Pemprov DKI Jakarta juga sudah jauh hari menyiapkan kebutuhan masyarakat lewat Pasar Jaya. BUMD milik Pemprov DKI Jakarta itu siap melayani kebutuhan masyarakat dari jauh. Sebanyak 105 pasar di Jakarta siap mengantarkan kebutuhan masyarakat hingga ke rumah.

5. Pelanggar Aturan Bakal Disanksi

Anies menegaskan pemberlakuan PSBB diikuti dengan sanksi tegas. Kepolisian dan TNI siap memberikan sanksi bagi mereka yang tidak mau diatur.
 
Dia memastikan patroli bakal ditingkatkan. Ini untuk memastikan masyarakat mengikuti aturan yang telah dikeluarkan.
 
"Pemprov DKI, Kepolisian, dan TNI akan melakukan semua langkah dengan tegas. Kita tidak akan melakukan pembiaran dan tidak akan membiarkan kegiatan berjalan yang bila itu terjadi penularan," tutur dia.
 
(Baca: PSBB Jakarta Meringankan Beban Bekasi)
 
Anies menyebut aturan ini tengah digodok dan difinalisasi. Dia berjanji aturan segera terbit dan segera disosialisasikan ke masyarakat.
 
Dia berharap masyarakat mengikuti aturan yang dibuat. Sebab, semata-mata ini demi kepentingan bersama.
 
"Karena kepentingan kita semua adalah mengendalikan penyebaran covid-19. Saya berharap seluruh komponen mentaati," tegas dia.
 

(REN)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif