Sandiaga Tegaskan CFD Area Bebas Politik

Media Indonesia, M Sholahadhin Azhar 30 April 2018 07:25 WIB
kekerasancar free day
Sandiaga Tegaskan CFD Area Bebas Politik
Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno. Foto: Medcom.id/M Sholahadhin Azhar
Jakarta: Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno menyayangkan insiden intimidasi yang dilakukan kelompok masyarakat berkaus #2019GantiPresiden saat acara Car Free Day (CFD) di Bundaran HI, Jakarta Pusat. Menurutnya, CFD harus steril dari segala kegiatan yang berbau politik.

Ia mencontohkan dirinya saat Pilkada 2017. Sandiaga tak berani berolahraga di CFD kala itu. "CFD ini milik kita bersama. Saya waktu Pilkada itu enggak berani lari (di sana), karena tentunya kita ingin bebas dari politik," kata Sandiaga di Perpustakaan Nasional, Minggu malam 29 April 2018.

Menurutnya, ada Pergub Nomor 12 Tahun 2016 tentang Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) melarang kawasan CFD dipakai untuk kegiatan politik. Sandiaga menggarisbawahi makna dari CFD yang bertujuan sebagai ruang rekreasi warga Jakarta.


"Ini kan ruang terbuka dan sangat diperlukan warga Jakarta. Jadi kami himbau jangan kita pakai untuk hal yang memecah," imbuh Sandiaga.

Baca: LSM Ingatkan Lokasi CFD Steril Kampanye

Wakil Ketua Dewan Pembina Gerindra ini tak menampik bahwa Indonesia memasuki tahun-tahun politik ke depan. Namun tak dibenarkan, jika momen itu digunakan untuk mengkotak-kotakkan masyarakat. Apalagi hal tersebut dilakukan di CFD.

"CFD ini sudah belasan tahun dan kita harapkan jadi sarana masyarakat untuk berolahraga. Mari kita harapakan CFD ini sebagai ruang terbuka yang bisa dinikmati masyarakat Jakarta," katanya.

Lebih lanjut Sandiaga menyebut akan menginvestigasi intimidasi tersebut. Ia berjanji akan mencari tahu siapa saja yang terlibat dan memastikan tak ada insiden lanjutan. 

"Kita tunggu hasilnya.  Kita telaah dan kita ambil tindakan tegas." tandasnya.

Baca: Mardani Minta #2019GantiPresiden tak Diprovokasi

Wakil Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Sigit Widjatmoko mengatakan, difungsikannya Hari Bebas Berkendaraan Bermotor (HBKB/Car Free Day) sebagai ajang perpolitikan akan dievaluasi pekan ini. Hal ini menyusul banyaknya pengunjung yang menggunakan kaus dan atribut #2019GantiPresiden yang sarat dengan politik.

"Setiap minggu ada rapat evaluasi Tim Kerja, seluruh tindak lanjut dari temuan lapangan maupun evaluasi kejadian menjadi tugas dan tanggung jawab SKPD atau unit yang diatur dan ditetapkan sebagai Tim Kerja sebagaimana Perda 12 Tahun 2016 tersebut," jelas Sigit dihubungi Media Indonesia.

Penyelenggaraan CFD di Jakarta sudah diatur dalam Pasal 7 Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 12 Tahun 2016 tentang Pelaksanaan Hari Bebas Kendaraan Bermotor. Pengawasan CFD itu dilakukan oleh Tim Kerja yang terdiri dari Badan Kesatuan Bangsa dan Politik .

Baca: Ketua MPR Sayangkan Intimidasi Massa #2019GantiPresiden

"Badan Kesbang merupakan anggota Tim Kerja sesuai Pergub 12 Tahun 2016," imbuh Sigit.

Sigit tidak secara tegas menyatakan apa yang akan dilakukan pihaknya menanggapi kejadian ini. Namun, sudah secara rutin kegiatan CFD dilakukan evaluasi setiap pekannya.

"Tugas, kewenangan dan tanggung jawab masing-masing anggota Tim Kerja HBKB sebagaimana yg diatur dalam Pergub Tentu terkait kejadian hari ini menjadi bahan evaluasi Tim Kerja termasuk jajaran Kepolisian sesuai lingkup dan kewenangannya." pungkasnya. 



(DMR)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id