Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Dok Istimewa.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Dok Istimewa.

6 Fakta Diungkap Kapolri Soal Kasus Brigadir J, Ferdy Sambo Tersangka hingga Drama Baku Tembak Palsu

Sri Yanti Nainggolan • 09 Agustus 2022 20:47
Jakarta: Polri membeberkan sejumlah perkembangan terkait pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat (Brigadir J). Mulai dari penetapan Irjen Ferdy Sambo sebagai tersangka hingga jumlah anggota Polri yang diperiksa bertambah. 
 
"Ini merupakan komitmen kami dan juga menjadi penekanan Bapak Presiden untuk mengungkap kasus ini secara tepat, transparan, dan akuntabel," ujar Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prasetyo dalam konferensi pers di Mabes Polri, Jakarta, Selasa, 9 Agustus 2022.
 
Berikut sejumlah hal yang disampaikan Listyo terkait kasus pembunuhan Brigadir J:

1. Irjen Ferdy Sambo jadi tersangka kasus pembunuhan Brigadir J

Irjen Ferdy Sambo ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan bukti permulaan yang cukup. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Tadi pagi dilaksanakan gelar perkara dan Timsus memutuskan untuk menetapkan saudara FS (Ferdy Sambo) sabagai tersangka," kata Listyo.
 
Listyo belum menjelaskan detail peran Irjen Ferdy Sambo dalam kasus pembunuhan tersebut. Menurut dia, peran Ferdy akan didalami dalam pemeriksaan.
 
6 Fakta Diungkap Kapolri Soal Kasus Brigadir J, Ferdy Sambo Tersangka hingga Drama Baku Tembak Palsu
Irjen Ferdy Sambo jadi kasus pembunuhan Brigadir J. MI/Adam Dwi
 

2. 31 anggota Polri diperiksa terkait kasus pembunuhan Brigadir J

Jumlah anggota Polri yang diperiksa bertambah dari 25 menjadi 31 orang. Anggota Polri yang mendapat penempatan khusus juga bertambah dari 4 menjadi 11 orang. 
 
"Dan saat ini bertambah menjadi 11 personel Polri terdiri dari 1 Bintang Dua, 2 Bintang Satu, 2 Kombes, 3 AKBP, 2 Kompol, 2 AKP. Dan ini kemungkinan masih bisa bertambah," beber Listyo. 
 
Baca: Ferdy Sambo Tersangka Pembunuhan Brigadir J, Pengamanan Mako Brimob Diperketat
 

3. Tidak ada baku tembak dalam pembunuhan Brigadir J

Listyo memastikan Brigadir J tewas karena dibunuh karena tak ada perlawanan dari pihak korban. 
 
"Ditemukan perkembangan baru bahwa tidak ditemukan fakta peristiwa tembak menembak seperti yang dilaporkan awal," tegas Listyo.
 
  • Halaman :
  • 1
  • 2
Read All




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif