Polda Metro Jaya menggelar konferensi pers pengungkapan klinik aborsi ilegal. Foto: Medcom/Siti Yona Hukmana
Polda Metro Jaya menggelar konferensi pers pengungkapan klinik aborsi ilegal. Foto: Medcom/Siti Yona Hukmana

Daftar Temuan Polisi di Kasus Aborsi Ilegal

Nasional aborsi ilegal Rangkuman Nasional
Arga sumantri • 18 Februari 2020 18:21
Jakarta: Tepat Februari 2016, dua klinik tempat praktik aborsi ilegal digerebek polisi di kawasan Cikini, Menteng, Jakarta Pusat. Bisnis haram itu sudah berlangsung empat tahun sebelum akhirnya ketahuan aparat.
 
Praktik serupa rupanya belum mati. Subdirektorat Sumber Daya Lingkungan (Sumdaling) Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya menggerebek sebuah klinik aborsi ilegal di Jalan Paseban Raya, yang juga berlokasi di Jakarta Pusat, Senin, 10 Februari 2020. Tiga pelaku bisnis haram ini ditangkap.
 
Tarif menggugurkan kandungan dipatok bervariasi tergantung usia janin. Besaran harga paling tinggi dibanderol Rp15 juta, untuk menggugurkan kandungan yang berusia di atas tiga bulan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ironisnya, penyedia jasa aborsi ilegal ini ialah seorang dokter, yang seharusnya tahu betul risiko menggugurkan kandungan sembarangan. Parahnya lagi, ada sekitar 50 bidan ikut mempromosikan klinik aborsi ilegal itu.
 
Daftar Temuan Polisi di Kasus Aborsi Ilegal
Tersangka praktik aborsi ilegal. Foto: Medcom/Siti Yona Hukmana
 
Berikut temuan polisi selama mengusut kasus aborsi ilegal:

1. Tarif Aborsi

Pelaku mematok tarif bervariasi untuk pasien yang ingin menggugurkan kandungan. Tarif dibanderol bergantung usia janin, paling besar mencapai Rp15 juta.
 
"Biaya aborsi usia satu bulan Rp1 juta, dua bulan Rp2 juta, tiga bulan Rp3 juta. Kemudian, di atas tiga bulan Rp4 juta sampai Rp15 juta," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus di Klinik Aborsi Ilegal Jalan Paseban Raya, Senen, Jakarta Pusat, Jumat, 14 Februari 2020.
 
Selengkapnya di sini

2. Dipromosikan Puluhan Bidan

Sebanyak 50 bidan diketahui ikut mempromosikan klinik aborsi ilegal di Jalan Paseban, Senen, Jakarta Pusat. Salah satu bidan berinisial RM ditangkap.
 
"Saat pasien datang berhubungan dengan bidan ini (RM) diantar ke klinik Paseban, klinik aborsi ilegal," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa, 18 Februari 2020.
 
Selengkapnya di sini

3. Pemilik Klinik Residivis

MM, pemilik klinik aborsi ilegal di Jalan Paseban Raya, Jakarta Pusat, pernah ditangkap terkait kasus yang sama. Orang yang membantu MM berinisial RM juga pernah menjadi pesakitan di penjara.
 
"MM pernah bermasalah di Polres Bekasi terkait kasus pengadopsian anak divonis 3,5 bulan dan kasus aborsi 2016, saat itu dia (masuk) DPO (daftar pencarian orang)," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus di lokasi, Jumat, 14 Februari 2020.
 
Selengkapnya di sini
 
Daftar Temuan Polisi di Kasus Aborsi Ilegal

Suasana ruangan di klinik aborsi ilegal. Foto: Medcom/Siti Yona Hukmana

4. Pasien Klinik Aborsi Ilegal Berusia Produktif

Polisi masih mendata pasien klinik aborsi ilegal di Jalan Paseban Raya, Senen, Jakarta Pusat. Data sementara, mereka yang sengaja menggugurkan kandungan itu berusia di bawah 24 tahun.
 
"Usia masa-masa produktif, mulai 24 tahun ke bawah," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa, 18 Februari 2020.
 
Selengkapnya di sini

5. Ada Tersangka Lain

Polisi tengah mengejar tersangka lain dalam kasus klinik aborsi ilegal di Jalan Paseban Raya, Senen, Jakarta Pusat. Beberapa dokter dimasukkan dalam daftar pencarian orang (DPO).
 
"Kita akan kembangkan lagi, karena kita dapat informasi ada beberapa dokter yang lakukan aborsi di bawa ke klinik itu sementara itu klinik ilegal," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus saat dikonfirmasi di Jakarta, Sabtu, 15 Februari 2020.
 
Selengkapnya di sini

6. Muncul Dugaan Pencucian Uang

Polisi menduga ada tindak pidana pencucian uang (TPPU) dalam kasus praktik aborsi ilegal di Jalan Paseban Raya, Senen, Jakarta Pusat. Polisi hanya menemukan duit Rp25 juta dari prediksi keuntungan Rp5,5 miliar.
 
"Saat ini tim mencoba memeriksa rekening yang bersangkutan (MM alias dokter A), karena nanti kita akan mengarahkan ke dalam pasal atau TPPU," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa, 18 Februari 2020.
 
Selengkapnya di sini
 
Sejumlah upaya pengusutan masih dilakukan. Misalnya, meneliti janin yang dibuang ke tangki septik di pusat laboratorium forensik (Puslabfor) Mabes Polri. Polisi juga masih coba mendata ratusan pasien yang menggunakan jasa klinik aborsi ilegal itu.
 
Para tersangka dijerat Pasal 83 juncto Pasal 64 Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2014 tentang Tenaga Kesehatan dan atau Pasal 75 ayat (1), Pasal 76, Pasal 77, Pasal 78 Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran dan atau Pasal 194 Jo Pasal 75 ayat (2) Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan juncto Pasal 55, 56 KUHP. Ancaman hukuman di atas 10 tahun penjara.
 

(AGA)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif