Tersangka praktik klinik aborsi ilegal di Paseban, Jakarta Pusat. Foto: Medcom.id/Siti Yona Hukmana
Tersangka praktik klinik aborsi ilegal di Paseban, Jakarta Pusat. Foto: Medcom.id/Siti Yona Hukmana

Dokter Klinik Aborsi Ilegal di Paseban Residivis

Nasional aborsi ilegal
Siti Yona Hukmana • 14 Februari 2020 18:47
Jakarta: MM, pemilik klinik aborsi ilegal di Jalan Paseban Raya, Jakarta Pusat pernah ditangkap terkait kasus yang sama. RM, orang yang membantu MM juga pernah menjadi pesakitan di penjara.
 
"MM pernah bermasalah di Polres Bekasi terkait kasus pengadopsian anak divonis 3,5 bulan dan kasus aborsi 2016, saat itu dia (masuk) DPO (daftar pencarian orang)," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus di lokasi, Jumat, 14 Februari 2020.
 
MM membuka klinik aborsi ilegal pada 2018. Dia menjalankan aksinya selama 21 bulan sebelum tertangkap Senin, 10 Februari 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sementara, RM pernah dipenjara dua tahun pada 2016. Namun, Yusri tak memerinci kasus yang menjerat RM.
 
RM merupakan bidan. Dia juga membantu mempromosikan klinik aborsi ilegal Paseban melalui website.
 
Subdit Sumber Daya Lingkingan (Sumdaling) Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya mengungkap praktik aborsi ilegal di Paseban, Jakarta Pusat ini. Tiga orang ditetapkan tersangka, yakni MM; RM; dan SI.
 
Mereka dijerat Pasal 83 Juncto Pasal 64 Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2014 tentang Tenaga Kesehatan dan atau Pasal 75 ayat (1), Pasal 76, Pasal 77, Pasal 78 Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran dan atau Pasal 194 Jo Pasal 75 ayat (2) Undnag-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan Juncto Pasal 55, 56 KUHP. Dengan ancaman hukuman di atas 10 tahun penjara.
 


 

(REN)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif