Tersangka kasus berita bohong atau hoaks Ratna Sarumpaet/MI/Pius Erlangga
Tersangka kasus berita bohong atau hoaks Ratna Sarumpaet/MI/Pius Erlangga

Ratna Ngotot Ingin Jadi Tahanan Kota

Nasional Kabar Ratna Dianiaya
Cindy • 06 Maret 2019 11:42
Jakarta: Terdakwa kasus penyebaran berita bohong Ratna Sarumpaet bakal kembali mengajukan tahanan kota. Ia tak mundur meski sebelumnya majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menolak permohonan serupa.
 
"Kami akan tetap coba lagi, karena beliau kan melihat, dasarnya saya sakit," ucap Ratna usai menjalani sidang lanjutan di PN Jaksel, Rabu, 6 Maret 2019.
 
Ratna memandang dirinya sangat berhak mendapatkan status tahanan kota. Ia sudah berumur dan sangat gampang jatuh sakit bila hidup di balik jeruji besi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Dengan usia seperti ini, tidur di dalam situ selama berbulan-bulan, berat. Masa mesti dalam keadaan parah baru ditangguhkan?" ucap Ratna.
 
Baca: Ratna Sarumpaet Memohon Jadi Tahanan Rumah
 
Agenda sidang hari ini ialah pembacaan eksepsi atau nota keberatan terdakwa. Nota eksepsi dibacakan untuk jaksa penuntut umum (JPU).
 
Sebelumnya, kuasa hukum Ratna Sarumpaet meminta majelis hakim PN Jaksel berbelas kasih kepada kliennya. Kesehatan Ratna mudah menurun.
 
"Kami mengajukan permohonan untuk pengalihan penahanan dari Polda Metro Jaya menjadi tahanan rumah," kata pengacara Ratna, Desmihardi, di PN Jaksel, Kamis, 28 Februari 2019.
 
Baca: Ratna Sarumpaet Sempat Bantah Dakwaan
 
Ratna Sarumpaet didakwa memberikan berita bohong soal penganiayaan yang ia terima. Padahal, lebam di wajahnya muncul akibat operasi plastik.
 
Ia mengambil beberapa foto dan menyebarkannya ke sejumlah orang. Mereka yang dikirimi foto bereaksi di media sosial dan menyebut itu pemukulan.
 
"Pada 24 September 2018, pulang dalam perjalan mengirim foto bengkak kepada saksi Achmad Ubangi, saksi Saharudin, saksi Makmur Julianto, saksi Rocky Gerung, Dede Saripudin, Said Iqbal, Nanik Sudaryati, Amien Rais, Dahnil Anzar, Fadli Zon, Basari, Simon Aloisius, Prabowo Subianto, Sugianto, dan Djoko Santoso merupakan rangkaian kebohongan terdakwa," beber Jaksa.
 
Baca: BPN Cuci Tangan Kasus Ratna Sarumpaet
 
Ratna didakwa melanggar Pasal 14 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana atau Pasal 28 ayat 2 jo Pasal 45 a ayat 2 Undang-undang Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE.
 

(OJE)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif