Terdakwa kasus dugaan penyebaran berita bohong atau hoaks Ratna Sarumpaet (memakai baju tahanan) menjalani sidang perdana di PN Jakarta Selatan, Jakarta. (Foto: MI/Bary Fathahilah)
Terdakwa kasus dugaan penyebaran berita bohong atau hoaks Ratna Sarumpaet (memakai baju tahanan) menjalani sidang perdana di PN Jakarta Selatan, Jakarta. (Foto: MI/Bary Fathahilah)

BPN Cuci Tangan Kasus Ratna Sarumpaet

Pemilu pilpres 2019 Kabar Ratna Dianiaya
Kautsar Widya Prabowo • 28 Februari 2019 14:47
Jakarta: Juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno Andre Rosiade sempat tertangkap mata media pada sidang perdana Ratna Sarumpaet di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan. Namun, ia membantah kehadirannya untuk memberi dukungan kepada Ratna.
 
"Bukan (hadir untuk Ratna). Ini urusan pribadi soal perusahaan," kilahnya di PN Jakarta Selatan, Kamis, 28 Februari 2019.
 
Andre mengaku risih kedatangannya di PN Jakarta Selatan dikaitkan dengan sidang dakwaan Ratna. Ia bahkan mencemooh Ratna yang notabene mantan anggota tim sukses Prabowo-Sandi dengan menyebutnya sebagai 'Mak Lampir'.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Bukan, bukan urusan Mak Lampir (Ratna Sarumpaet) ini. Gue enggak ada urusan sama Mak Lampir, ada urusan yang lain," tuturnya.
 
Baca juga:Atiqah Hasiholan Menjaminkan Diri untuk Ratna Sarumpaet
 
Kendati demikian, Andre berharap masalah penyebaran berita bohong dapat terungkap. Lantaran kasus tersebut kerap menjadi makanan empuk kubu lawan untuk menyudutkan pihaknya.
 
"Kan sidang ini dihubung-hubungkan dengan kita nih. Yang pasti kami kan korban. Mari kita tunggu saja lah sidangnya," kata dia.
 
Sementara itu, usai menjalani sidang perdana kurang lebih dua berlangsung selama dua jam, Ratna Sarumpaet pesimistis BPN maupun Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno memberikan dukungan. Ia berdalih BPN dan Prabowo-Sandi sibuk mempersiapkan pemilu presiden.
 
"Ya dia (BPN Prabowo-Sandi) kan lagi sibuk kampanye," kata Ratna
 
Baca juga:Skenario Hoaks Ratna Sarumpaet Diharapkan Terungkap di Pengadilan
 
Ratna Sarumpaet hari ini menjalani sidang dakwaan atas perbuatannya menyebar berita bohong atau hoaks. Ratna dikenakan dua dakwaan.
 
Dalam dakwaan pertama, Ratna dianggap telah melakukan perbuatan menyiarkan berita atau pemberitahuan bohong dengan sengaja menerbitkan keonaran di kalangan masyarakat. Atas perbuatannya, ia dikenakan Pasal 14 Undang-Undang (UU) Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dan Pasal 28 juncto Pasal 45 UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).
 
Kemudian dalam dakwaan kedua, Ratna dianggap sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras dan atau golongan (SARA). Ratna disangkakan dengan pasal 28 ayat 2 jo Pasal 45 a ayat 2 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE.
 

(MEL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif