Pakar hukum pidana dari Universitas Trisakti, Abdul Fickar Hadjar. Foto: MI/Rommy Pujianto
Pakar hukum pidana dari Universitas Trisakti, Abdul Fickar Hadjar. Foto: MI/Rommy Pujianto

Kejagung Diminta Proses Hukum Semua Penerima Kekayaan Kasus ASABRI

Nasional kasus korupsi Kejaksaan Agung ASABRI
Achmad Zulfikar Fazli • 01 September 2021 14:48
Jakarta: Kejaksaan Agung (Kejagung) diminta terus mendalami pihak-pihak yang menikmati dan terlibat dalam kasus dugaan korupsi pengelolaan keuangan dan penempatan dana investasi pada PT Asuransi Sosial Bersenjata Republik Indonesia (ASABRI). Semua pihak yang ikut merampok dana ASABRI harus diproses hukum.
 
Pakar hukum pidana dari Universitas Trisakti Fickar Hadjar mengatakan prinsip keadilan harus diterapkan dalam proses hukum kasus korupsi. Penegakan hukum harus dilakukan kepada pihak yang ada dalam dakwaan maupun yang ditemukan dari fakta persidangan.
 
"Prinsipnya semua pihak yang berdasarkan fakta persidangan berkaitan dengan penggunaan dana ASABRI harus diproses hukum siapa pun dia," kata Fickar di Jakarta, Rabu, 1 September 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Fickar berharap penyidik tetap jeli memilah pihak yang diduga terlibat rasuah. Penyidik jangan hanya berpatokan pada keterangan tersangka, tetapi tetap harus berdasarkan data dan fakta yang akurat.
 
Menurut dia, penyidik harus mengacu data perdagangan saham dalam pendalaman kasus ASABRI. Sebab, data perdagangan saham yang dibidik Kejagung justru memperlihatkan adanya keuntungan kepada ASABRI. Namun, sejumlah emiten yang diduga terlibat belum diproses hukum.
 
Mantan Direktur Utama PT ASABRI Sonny Wijaya saat awal menjabat tidak pernah mengenal Komisaris Utama PT Trada Alam Minera Heru Hidayat. Namun tiba-tiba dalam waktu singkat, dia langsung mempercayakan Heru Cs sebagai mitra dalam mengelola investasi yang begitu besar.
 
Mantan Direktur Utama PT ASABRI Sonny Wijaya saat awal menjabat tidak pernah mengenal Komisaris Utama PT Trada Alam Minera Heru Hidayat. Namun tiba-tiba dalam waktu singkat, dia langsung mempercayakan Heru Cs sebagai mitra dalam mengelola investasi yang begitu besar.
 
Menurut dia, tanpa ada rekomendasi serta dorongan orang yang sangat berpengaruh hal itu jelas tidak mungkin. Partner Heru di perusahaan juga diduga ikut terlibat aktif menjual saham dengan harga tinggi ke ASABRI. Tindakan ini jelas sangat merugikan, namun tidak pernah tersentuh.
 
Mitra Heru juga disebut ikut terlibat aktif menjual saham-saham seperti, SMRU sebesar 8,11 persen, IIKP 12,32 persen, POLA 7,65 persen, PCAR 25,14 persen ataupun FIRE 23,60 persen yang dijual dengan harga tinggi ke ASABRI dan jelas sangat merugikan.
 
Kepemilikan saham FIRE berdasarkan laporan OJK pada 2021, yang sampai Maret 2021 disebutkan masih dimiliki ASABRI sebesar 23 persen lebih dengan kerugian Rp2 triliun. Dari sini terlibat ada pengabaian pemeriksaan, karena tidak pernah menyentuh emiten saham lain yang masih dimiliki ASABRI dalam jumlah besar. Sebab, berdasarkan peraturan batas yang diperbolehkan hanya maksimal 5 persen.
 
 
  • Halaman :
  • 1
  • 2
Read All



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif