Ilustrasi: Medcom.id
Ilustrasi: Medcom.id

Mantan Pejabat Lampung Tengah Ungkap Permainan 'Amis' Bawahan Azis Syamsuddin

Candra Yuri Nuralam • 01 November 2021 14:07
Jakarta: Mantan Kepala Dinas Bina Marga Lampung Tengah Taufik Rahman dihadirkan dalam sidang dugaan penanganan perkara di Tanjungbalai. Taufik menjelaskan permainan 'amis' bawahan mantan Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin dalam pengajuan dana alokasi khusus (DAK) Lampung Tengah pada 2017.
 
Awalnya, Taufik dikenalkan dengan politikus Partai Golkar Aliza Gunado sekitar April 2017 di sebuah kafe di Bandar Lampung. Aliza saat itu mengaku sebagai orang yang bisa mengurus tambahan dana untuk pengurusan DAK Lampung Tengah.
 
"Saat bertemu, dia (Aliza) beri tahu kalau Lampung Tengah mau dapat tambahan DAK harus ajukan proposal ke Kemenkeu, PU, Bappenas, dan DPRD termasuk Banggar," kata Taufik di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta Pusat, Senin, 1 November 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Taufik mengaku mengenal Aliza dari bantuan seseorang bernama Darius. Setahunya, Aliza ialah orang kepercayaan Azis Syamsuddin.
 
Baca: KPK Minta Hakim Konfrontasi Kesaksian Azis Syamsuddin
 
"Aliza juga memperkenalkan diri bahwa dia orangnya Pak Azis Syamsuddin," ujar Taufik.
 
Aliza menyarankan Taufik mengajukan proposal untuk proyek DAK melaluinya. Saat itu, Taufik memercayai Aliza dan mengurus proposal tersebut.
 
"Waktu itu pengajuan proposal sekitar Rp300 miliar," tutur Taufik.
 
Menurut Taufik, proposal itu juga diberikan ke beberapa kementerian dan stakeholder terkait. Semua itu ats arahan dari Aliza. Namun, proposal itu dikembalikan karena dinilai terlalu mahal. Taufik diminta memangkas dana sampai Rp130 miliar.
 
Setelah proposal itu ditolak, Taufik kembali ke Lampung untuk melaporkan hasil kerjanya kepada mantan Bupati Lampung Tengah Mustafa. Taufik juga sempat menjelaskan dirinya di Jakarta dibantu Aliza sebagai orang kepercayaan Azis.
 
Namun, saat itu, Mustafa bingung dengan sosok Aliza. Pasalnya, orang kepercayaan Azis yang diketahui Mustafa bernama Edi Sujarwo. Lalu, Taufik diminta menghubungi Jarwo atas perintah Mustafa.
 
 
  • Halaman :
  • 1
  • 2
Read All




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif