Ilustrasi Medcom.id.
Ilustrasi Medcom.id.

Titan Infra Energy Bantah Tak Pernah Bayar Utang ke Bank Mandiri

Juven Martua Sitompul • 05 Juli 2022 19:39
Jakarta: Direktur Utama PT Titan Infra Energy Darwan Siregar membantah tak pernah membayar utang ke kreditur sindikasi. Titan mengeklaim terus berupaya mengajukan restrukturisasi dan penjualan aset demi kelancaran pengembalian fasilitas sindikasi selama dua tahun terakhir.
 
Darwan menilai pernyataan VP Corporate Communication Bank Mandiri Ricky Andriano yang menyebut tidak ada kejelasan terkait penyelesaian utang senilai USD450 juta kepada kreditur sindikasi tidak berlandaskan fakta.
 
"Sayangnya sampai dengan saat ini kreditur sindikasi belum memberikan tanggapan positif terkait proposal-proposal restrukturisasi yang diajukan," ujar Darwan dalam keterangan tertulis, Selasa, 5 Juli 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Darwan menganggap pernyataan Bank Mandiri yang menyebut para kreditur masih belum menerima proposal restrukturisasi kredit yang dijanjikan Titan menyesatkan. Dia mengatakan sejak 2020 hingga sekarang, Titan sudah tiga kali mengajukan proposal restrukturisasi, terakhir pada 18 Januari 2022.
 
Namun, hingga kini belum mendapatkan respons yang jelas dan konkret sebagaimana proposal restrukturisasi Titan ajukan ke kreditur sindikasi. Karena itu, Titan tetap akan kembali mengirimkan proposal restrukturisasi.
 
Darwan mengatakan selama proses permohonan restrukturisasi yang dilakukan dalam periode 2021, Titan tetap melakukan pembayaran kepada kreditur sindikasi sekurangnya USD46.446.198.
 
Begitu juga selama semester 1 periode 2022, Titan melakukan pembayaran kepada kreditur sindikasi sekurangnya USD35.125.382. Seluruh pembayaran itu dilakukan sesuai dengan prosedur yang diatur dalam CAMA, yakni dengan pendebetan oleh Bank Mandiri selaku agen fasilitas.
 
"Bagaimana mungkin pembayaran sebesar itu yang dilakukan melalui rekening Bank Mandiri dan pelaksanaan pendebetan dilakukan oleh agen fasilitas yang notabene adalah juga Bank Mandiri namun disebutkan bahwa PT Titan Infra Energy tidak melakukan pembayaran apa pun," tegas Darwan.
 

Baca: Langkah Bareskrim Keluarkan Sprindik Baru Kasus Titan Dinilai Tepat


Dia menilai tudingan kreditur sindikasi tidak pernah menerima laporan keuangan audited dari Titan tidak tepat. Titan tetap melakukan kewajibannya untuk membuat laporan keuangan audited setiap tahun.
 
Namun, sejak 2019 sampai dengan 2021 laporan keuangan audited belum dapat diterbitkan Ernst & Young dikarenakan tidak tersedianya surat pernyataan kreditur sindikasi yang masih diperlukan auditor.
 
"Hal ini tentu tidak benar dikarenakan terlihat jelas ada maksud tertentu di balik tidak dikeluarkannya surat pernyataan tersebut. Namun demikian sebagai itikad baik, PT Titan Infra Energy tetap membuat dan mengirimkan laporan keuangan inhouse kepada kreditur sindikasi," tegasnya.
 
 
  • Halaman :
  • 1
  • 2
Read All



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif