Kabareskrim Polri Komjen Listyo Sigit Prabowo. Foto: Medcom.id/Siti Yona Hukmana
Kabareskrim Polri Komjen Listyo Sigit Prabowo. Foto: Medcom.id/Siti Yona Hukmana

Kapolri Baru Komjen Listyo Diharapkan Jadi Ikon Antidiskriminasi

Nasional polri polisi Calon Kapolri
Siti Yona Hukmana • 27 Januari 2021 07:21
Jakarta: Presiden Joko Widodo melantik Komisaris Jenderal (Komjen) Listyo Sigit Prabowo sebagai kapolri pada Rabu pagi, 27 Januari 2021. Listyo diharap bisa bekerja tanpa pandang bulu.
 
"Dengan dilantiknya Sigit, Indonesia Police Watch (IPW) berharap mantan kabareskrim itu bisa menjadi ikon antidiskriminasi di tubuh Polri," kata Ketua Presidium IPW Neta S Pane dalam keterangan tertulis, Rabu, 27 Januari 2021. 
 
Menurut dia, pelekatan ikon antidiskriminasi itu karena selama ini sulit bagi perwira tinggi (pati) Polri nonmuslim menjadi kapolri. Selama Indonesia merdeka dan Polri berdiri, baru satu kali kapolri dijabat oleh pati nonmuslim, yakni Widodo Budidarmo, pada 1974-1978.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Dan Listyo Sigit mantan ajudan Jokowi. Sigit berhasil lolos dari lubang jarum diskriminasi di tubuh kepolisian," ujar Neta.
 
Neta berharap Listyo Sigit dapat membawa paradigma baru di tubuh Polri, yakni antidiskriminasi. Dia mengungkapkan setidaknya ada empat diskriminasi di tubuh Polri yang harus segera dihilangkan Listyo Sigit. 
 
Baca: Jokowi Lantik Listyo Sigit Sebagai Kapolri Besok
 
Pertama, mencabut Surat Keputusan Kapolri Nomor: Kep/407/IV/2016, tertanggal 20 April 2016. Keputusan itu mengatur syarat menjadi kapolda/wakapolda harus berpendidikan Sespimti/Lemhanas/Sesko TNI. Pendidikan Diklatpim TK I tidak diakui dan hanya syarat bagi jabatan irwasda ke bawah. 
 
"Ini jelas sangat diskriminatif dan Polri berpotensi diboikot LAN sebagai lembaga yang membuat Diklatpim untuk seluruh ASN," ungkap dia. 
 
Kedua, Neta menyebut Pati Polwan Polri selama ini terdiskriminasi. Mereka sulit menjadi kapolda. Sejatinya, jumlah penduduk perempuan di Indonesia saat ini mencapai 49,42 dari total populasi.
 
Dalam sejarah Polri, baru satu perempuan menjadi kapolda, yakni Kapolda Banten Brigjen Rumiah Kartoredjo. Dia dilantik menjadi kapolda Banten pada 23 Januari 2008 dan menjabat hingga 2010.
 
 
  • Halaman :
  • 1
  • 2
Read All



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif