Ilustrasi penjara. Medcom.id
Ilustrasi penjara. Medcom.id

3 Terpidana Korupsi Proyek Fiktif Waskita Karya Dieksekusi

Cahya Mulyana • 21 Mei 2021 19:47
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengeksekusi tiga terpidana korupsi proyek fiktif di PT Waskita Karya (Persero). Ketiganya yakni mantan Kepala Divisi Sipil/Divisi III/ Divisi II Waskita Karya periode 2008-2011 Desi Arryani, mantan Kepala Proyek Normalisasi Kali Bekasi Hilir Fakih Usman, dan mantan Kepala Bagian Keuangan Divisi Sipil III PT Waskita Karya Yuli Ariandi Siregar.
 
"Kamis, 21 Mei 2021, jaksa eksekusi KPK Andry Prihandono telah melaksanakan putusan Pengadilan Negeri (PN) Tipikor pada PN Jakarta Pusat Nomor : 59/Pid.Sus/TPK/2020/PN. Jkt. Pst tanggal 26 April 2021 dengan terpidana Desi Arryani dan kawan-kawan," kata pelaksana tugas juru bicara KPK Ali Fikri dalam keterangan tertulis, Jumat, 21 Mei 2021.
 
KPK menjebloskan Desi ke Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Tangerang. Dia bakal menjalani pidana penjara empat tahun dikurangi selama berada dalam tahanan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sebelumnya, terpidana telah diputus dan dinyatakan bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama. Terpidana juga dibebani membayar denda Rp200 juta dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar diganti dengan pidana kurungan selama dua bulan.
 
"Selain itu adanya pidana tambahan berupa pembayaran uang pengganti sebesar Rp3.415.000.000,00 dan terpidana saat ini telah selesai melakukan pembayaran uang pengganti tersebut melalui rekening penampungan KPK," ungkap Ali.
 
Sementara itu, Fakih Usman dieksekusi ke Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Sukamiskin. Dia bakal menjalani pidana penjara enam tahun dikurangi selama berada dalam tahanan.
 
Fakih dinyatakan bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama. Dia juga dibebani membayar denda Rp200 juta dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar diganti dengan pidana kurungan selama dua bulan.
 
 

 
(Baca: Eks Pejabat Waskita Karya Didakwa Memperkaya Diri Rp70,45 Miliar)
 
Fakih juga dibebani pidana tambahan berupa pembayaran uang pengganti Rp5.970.586.037 selambat-lambatnya satu bulan setelah putusan memperoleh kekuatan hukum tetap. Apabila dalam waktu tersebut tidak dibayar maka harta bendanya disita dan dilelang untuk menutupi uang pengganti dimaksud dan apabila uang pengganti tidak dibayar maka dipidana dengan pidana penjara selama dua tahun.
 
"Terpidana Yuli Ariandi Siregar dengan cara memasukkannya ke Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Sukamiskin untuk menjalani pidana penjara selama tujuh tahun dikurangi selama berada dalam tahanan," ujar Ali.
 
Yuli dinyatakan bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama. Dia dibebani membayar denda Rp200 juta dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar diganti dengan pidana kurungan selama dua bulan.
 
Yuli juga dibebankan membayar uang pengganti Rp47.166.931.587 selambat-lambatnya satu bulan setelah putusan memperoleh kekuatan hukum tetap. Apabila dalam waktu tersebut tidak dibayar maka harta bendanya disita dan dilelang untuk menutupi uang pengganti dimaksud dan apabila uang pengganti tidak dibayar maka dipidana dengan pidana penjara selama dua tahun dan enam bulan.
 
Sebelumnya, PN Tipikor Jakarta memutus ketiganya bersalah. Ketua Majelis Hukum Panji Surono mengatakan ketiganya terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama sebagaimana dakwaan alternatif kedua penuntut umum.
 
Ketiganya terbukti melanggar Pasal 3 Jo Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 Jo Pasal 56 Ayat (1) ke-1 Pasal 65 Ayat 1 KUHP.
 
Mereka terlibat korupsi pelaksanaan pekerjaan subkontraktor fiktif pada berbagai proyek yang dikerjakan PT Waskita Karya. Berdasarkan laporan Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) total kerugian negara akibat proyek fiktif itu mencapai Rp202 miliar.
 
(REN)
  • Halaman :
  • 1
  • 2
Read All



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif