Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD. MI/Susanto
Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD. MI/Susanto

Mahfud MD Jelaskan Perbedaan Penanganan Papua

Candra Yuri Nuralam • 26 Desember 2021 15:00
Jakarta: Pemerintah mengambil langkah pendekatan kesejahteraan intensif dialog dengan masyarakat untuk penanganan di Papua. Langkah itu diambil untuk mengubah operasi tempur menjadi kesejahteraan sosial.
 
"Apa kebaruannya? Satu, kita akan mengutamakan pendekatan kesejahteraan melalui operasi teritorial, jadi tidak operasi tempur," kata Menteri Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD dalam diskusi Chrosscheck by Medcom.id dengan tema 'Baru di Era Jokowi Pengemplang BLBI Tak Berkutik', Minggu, 26 Desember 2021.
 
Mahfud mengatakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah menunjuk Wakil Presiden Ma'ruf Amin memimpin kebijakan baru itu. Ma'ruf dijamin bisa mengubah Papua menjadi lebih baik.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pendekatan kesejahteraan ini dilakukan karena tidak semua wilayah Papua dihuni pemberontak. Masyarakat yang menolak pemberontak menjadi terasingkan dengan operasi militer.
 
"Kita ini kok berpikir tempur di Papua? Aman? Kan yang tidak aman di gunung, di daerah Papua Tengah, di pegunungan, yang di Selatan dan Utara itu kan marah kalau dibilang bahwa di Papua itu ada pemberontakan, 'Kami tidak memberontak, dan kami nyaman-nyaman saja' gitu," ujar Mahfud.
 
Skema baru ini akan memetakan wilayah tempur dengan teritorial masyarakat. Wilayah tempur akan dilakukan dengan pendekatan keamanan.
 
Sementara itu, daerah yang tidak masuk wilayah tempur akan dimaksimalkan pembangunannya. Pembangunan itu akan dilakukan secara komprehensif, terintegrasi, dan kolaboratif.
 
 
Read All



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif