Sidang surat jalan palsu dengan terdakwa Djoko Tjandra di PN Jaktim, Selasa, 17 November 2020. Foto: Medcom.id/Zaenal Arifin
Sidang surat jalan palsu dengan terdakwa Djoko Tjandra di PN Jaktim, Selasa, 17 November 2020. Foto: Medcom.id/Zaenal Arifin

Bukti Pengiriman Gambar Surat Jalan Palsu dari Prasetijo Diperlihatkan di Sidang

Nasional polisi kasus korupsi Djoko Tjandra
Zaenal Arifin • 18 November 2020 00:21
Jakarta: Saksi ahli dari Direktorat Tindak Pidana Siber Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Adi Setya, menunjukkan bukti pengiriman gambar surat jalan palsu untuk terdakwa Djoko Tjandra. Gambar itu dikirimkan Brigadir Jenderal (Brigjen) Prasetijo Utomo kepada Kepala Urusan Tata Usaha Biro Koordinator dan Pengawasan (Kaur TU Ro Korwas) Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Bareskrim Komisaris Polisi (Kompol) Dody Jaya.
 
"Dalam handphone atas nama Prasetijo Utomo ada pengiriman konten gambar," kata Adi seraya menunjukkan gambar pada layar yang dipampang di Ruang Sidang Uutama Pengadilan Negeri Jakarta Timur (PN Jaktim), Selasa, 17 November 2020.
 
Gambar itu berisi identitas Djoko Tjandra dengan nama Joko Soegiarto Tjandra dengan jabatan konsultan Biro Korwas PPNS Bareskrim Polri. Kemudian, Adi menunjukkan adanya pengiriman gambar terkait surat rekomendasi kesehatan dari ponsel milik Prasetijo.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: KPK Yakin Berkas Djoko Tjandra Segera Dikirim
 
Selain itu, Adi menemukan bukti gambar surat penghapusan red notice di ponsel Prasetijo. Sejurus dengan hal tersebut, jaksa penuntut umum (JPU) lantas menanyakan apakah gambar tersebut ditransmisikan atau disimpan. Adi menyebut gambar itu tersimpan di ponsel Prasetijo.
 
Pemalsuan surat ini bermula saat Djoko Tjandra, yang saat itu berstatus buronan kasus cassie Bank Bali, berkenalan dengan pengacara Anita Kolopaking di Kantor Exchange, Lantai 106, Kuala Lumpur, Malaysia. Pertemuan itu berlangsung pada November 2019.
 
Saat itu, Djoko Tjandra berniat memakai jasa Anita Kolopaking untuk menjadi kuasa hukumnya. Dia meminta bantuan Anita untuk mengajukan peninjauan kembali (PK) ke Mahkamah Agung (MA) atas perkara nomor 12PK/Pid.Sus/2009 tertanggal 11 Juni 2009.
 
Pada April 2020, Anita yang sudah menjadi kuasa hukum Djoko Tjandra, mendaftarkan PK di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Namun, dia tidak menghadirkan kliennya selaku pemohon.

 
  • Halaman :
  • 1
  • 2
Read All



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif