Rilis kasus kecurangan seleksi calon aparatur sipil negara (CASN) Tahun 2021. Medcom.id/Siti Yona Hukmana
Rilis kasus kecurangan seleksi calon aparatur sipil negara (CASN) Tahun 2021. Medcom.id/Siti Yona Hukmana

30 Orang Jadi Tersangka Kecurangan Tes PNS, 2 Kepala BKD

Nasional polri pns Penegakan Hukum ASN CPNS Penipuan CPNS
Siti Yona Hukmana • 25 April 2022 17:49
Jakarta: Bareskrim Polri mengungkap kasus kecurangan seleksi calon aparatur sipil negara (CASN) Tahun 2021. Sebanyak 30 orang ditetapkan sebagai tersangka, 21 sipil dan sembilan PNS.
 
"Ada dua Badan Kepegawaian Daerah (BKD) yang sudah ditangkap dan ditahan. Drs. M dan satu lagi inisialnya N, " kata Kepala Bagian Perencanaan Operasi (Kabag Renops) Bareskrim Polri Kombes Samsu Arifin di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Senin, 25 April 2022.
 
Sementara itu, Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Gatot Repli Handoko menambahkan kasus ini terbongkar di 10 wilayah Indonesia. Yakni Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat,  Sulawesi Tenggara, Lampung, dan Sulawesi Selatan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Di wilayah Sulawesi Selatan ini ada beberapa lokasi, yaitu yang berada di Kota Makassar, kemudian di Tana Toraja, Sidrap, Palopo, Luwu, dan Enrekang," ujar Gatot.
 
Gatot memerinci modus operandi tersangka di masing-masing wilayah tersebut. Di Polda Sulawesi Tengah ditangkap tiga tersangka sipil dan dua PNS, yakni Kepala BKPSDM Kabupaten Buol dan Staff BKN Regional Makassar.
 
Baca: Modus Calo CPNS, Dokter Gadungan di Sukoharjo Dibekuk
 
Polisi menyita sembilan handphone, tiga laptop/PC, 1 flashdisk, satu DVR, dan dua switch/router. Modus operandi pelaku menginstal aplikasi remote akses Remote Utilities (Rutserv) terhadap perangkat laptop/PC yang digunakan untuk pelaksanaan tes.
 
"Uang yang akan diserahkan peserta jika dinyatakan lulus sekitar Rp80-200 juta," kata Gatot.
 
 
Read All



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif