Aksi sejumlah santri dan PCNU di depan kantor PKB Kediri, Jawa Timur. (Foto: Istimewa)
Aksi sejumlah santri dan PCNU di depan kantor PKB Kediri, Jawa Timur. (Foto: Istimewa)

PCNU Segel Kantor PKB Kediri

Nasional aksi massa pbnu nahdlatul ulama
MetroTV • 10 September 2020 16:32
Kediri: Ribuan kader muda Nahdlatul Ulama (NU) mendatangi kantor Dewan Pimpinan Cabang Partai Kebangkitan Bangsa (DPC PKB) Kabupaten Kediri di Jalan Pamenang Sukorejo, Kecamatan Ngasem, Jawa Timur, Kamis, 10 September 2020.
 
Massa aksi yang merupakan para santri dan kader dari Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) itu melakukan penyegelan dan pengambilalihan kantor DPC PKB yang dianggap hak milik PCNU Kabupaten Kediri.
 
Koordinator lapangan aksi, Munasir Huda, mengatakan, aksi bertujuan menyelamatkan aset NU yang digunakan PKB sebagai kantor.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Ketika partai yang notabene adalah penyalur aspirasi warga NU dan sudah tidak menganggap NU lagi, serta tidak bisa menyalurkan aspirasi warga NU, kantor yang dulunya dipinjamkan kami minta kembali," ujar Huda.
 
Baca juga:Jakarta Tarik Rem, Kota Bekasi Godok Kebijakan
 
Menurut dia, NU merupakan 'pemilik saham' di PKB. Aksi juga dilakukan sebagai upaya agar PKB tidak seperti kacang lupa kulitnya, dengan mengabaikan NU.
 
"NU adalah pemilik saham di PKB, NU Kabupaten Kediri akan meninggalkan PKB," ancam Huda.

Sementara itu, Ketua Dewan Syuro DPC PKB Kabupaten Kediri, Farouk Umar, mengakui kantor PKB secara yuridis formal milik PCNU Kabupaten Kediri. Pihaknya pun bersedia jika harus angkat kaki dari tempat tersebut, hanya bila ada surat permintaan aset secara resmi dari PCNU.
 
“Sertifikatnya sudah kita serahkan ke PCNU sekitar delapan bulan lalu. Kita siap pergi kalau ada hasil pleno PCNU dan surat PCNU. Sampai sekarang tidak ada surat dari NU ke PKB tentang permintaan aset itu,” ujar Farouk.
 
Ia menjelaskan, secara yuridis kantor PKB memang atas nama PCNU. Tetapi pembelian dan pembangunan gedung merupakan hasil upaya PKB era Sulaiman Lubis dan Muhaimin Hadi.
 
Baca juga:Selisih Data Covid-19 Pusat dan Semarang Capai 1.467 Kasus
 
Aset itu sengaja atas nama NU dengan pertimbangan partai bisa bubar, sedang NU tidak. Apalagi PKB didirikan oleh NU.
 
“Sejarahnya begitu,” jelas dia.
 
Ia menambahkan ada klausul juga bahwa selama PKB masih ada, aset itu bisa digunakan sebagai kantor PKB Kabupaten Kediri. “Klausul juga dinotariskan, selain sertifikat yang sudah diserahkan,” tambah Farouk.

 
(MEL)
  • Halaman :
  • 1
  • 2
Read All



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif