Sumartono (depan kanan) dan Agnes Trimudayanti (depan kiri) nasabah WanaArtha. Medcom.id/Ahmad Mustaqim
Sumartono (depan kanan) dan Agnes Trimudayanti (depan kiri) nasabah WanaArtha. Medcom.id/Ahmad Mustaqim

Rp1 Miliar Tak Bisa Dicairkan di WanaArtha

Nasional asuransi Jiwasraya WanaArtha Life
Ahmad Mustaqim • 22 September 2020 19:30
Yogyakarta: Warga korban proyek pembangunan Bandara Kulon Progo atau Yogyakarta International Airport (YIA) Alami derita bertubi. Usai kehilangan tempat tinggal dan sawah, mereka juga terancam kehilangan uang miliaran rupiah yang disimpan WanaArtha.
 
"Ada lebih dari 10 warga terdampak proyek Bandara Kulon Progo yang uangnya disimpan di WanaArtha. Nilainya dari ratusan juta sampai miliaran," kata seorang warga terdampak proyek YIA, Sumartono, di Kejaksaan Tinggi Daerah Istimewa Yogyakarta (Kejati DIY), Selasa, 22 September 2020.
 
Baca: Nasabah Asuransi Desak Kejagung Buka Rekening WanaArtha

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sumartono menjelaskan bersama puluhan nasabah WanaArtha mendatangi Kejati DIY untuk menyampaikan aspirasi dan desakan tuntutan keadilan. Sumartono merasa sangat terpukul dengan situasi dampak masalah PT Asuransi Jiwasraya (Persero) yang merembet ke WanaArtha.
 
Dari informasi yang dihimpun, WanaArtha sejak Februari 2020 tak lagi mencairkan polis jatuh tempo serta tak membayar Manfaat Tunai 50 persen sejak Maret. Situasi ini terjadi dari proses penyidikan kasus dugaan korupsi PT Asuransi Jiwasraya (Persero) yang membuat Kejaksaan Agung memerintahkan pemblokiran ratusan rekening, salah satunya rekening milik WanaArtha Life.
 
Martono mengaku menaruh uang sekitar Rp1 miliar di WanaArtha. Sejak masalah itu muncul, ia kesulitan ekonomi. "Selama Januari sampai sekarang tak bisa menikmati manfaat tunai. Mau mencabut tabungan untuk dicairkan tapi tidak bisa," ungkapnya.
 
Sumartono saat ini hanya mengandalkan utang dan bekerja serabutan untuk memenuhi ekonomi keluarga. Situasi semakin sulit karena dampak pandemi korona (covid-19) yang memperburuk berbagai sendi perekonomian.
 
"Kami memang korban (terdampak) Bandara Kulon Progo, memalukan. Memalukan sekali. Banyak pinjaman enggak enak. Mantan miliarder kok cari utangan. Terpaksa kita harus cari kerja. Memburuh," kata mantan Ketua Wanaha Tri Tunggal (WTT), kelompok yang saat itu getol menolak proyek Bandara Kulon Progo.

 
  • Halaman :
  • 1
  • 2
Read All



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif