Calon Pelaku Ekonomi Digital di Palembang Padati BI Goes To Campus 2018

Anggi Tondi Martaon 21 November 2018 18:48 WIB
BI Goes to Campus
Calon Pelaku Ekonomi Digital di Palembang Padati BI Goes To Campus 2018
Selain mengedukasi tentang ekonomi digital, BI Goes To Campus 2018 juga mengajak pengunjung mengikuti kompetisi video dan blog (Foto:Medcom.id/Anggi Tondi Martaon)
Palembang: Bank Indonesia (BI) berkomitmen mengedukasi masyarakat mengenai penguasaan ekonomi digital dan pentingnya perlindungan konsumen pada era ekonomi digital.

Untuk itu, BI menyelenggarakan BI Goes To Campus 2018. BI Goes to Campus 2018 akan mengunjungi empat kampus, yakni Universitas Brawijaya, Malang (8 November); Universitas Sriwijaya, Palembang (15 November); Universitas Patimura, Ambon (22 November); dan Institut Teknologi Bandung, Bandung (28 November).

BI Goes to Campus di Palembang diselenggarakan di Palembang Sport and Convention Center (SPCC), Kamis, 15 November 2018. Antrean panjang terlihat di pintu masuk sejak pukul 07.30 WIB. Mayoritas pengunjung merupakan anak muda.


Direktur Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI) Junanto Herdiawan mengaku sangat bersyukur ajang yang memasuki tahun kelima ini diminati masyarakat. Kegiatan ini merupakan upaya pendekatan dan pengenalan tugas dan fungsi BI kepada masyarakat.

"Karena efektivitas kebijakan harus dipahami oleh masyarakat. Harus sama-sama membuka diri untuk berdialog dan berdiskusi, mengenalkan Bank Indonesia kepada masyarakat," kata Junanto. 

Setiap tahun penyelenggaraan BI Goes to Campus mengusung tema berbeda. Tahun ini, bank sentral Indonesia itu mengangkat tema Ekonomi Digital Perlindungan Konsumen. 

"Ini tema yang lagi booming banget. Tanpa kita sadari, kita sudah terikat dengan ekonomi digital. Mulai dari berdagang, pembayaran, dan lain sebagainya," ucapnya.

Junanto berharap, melalui acara ini masyarakat Indonesia, khususnya Palembang, mengetahui seluk-beluk ekonomi digital, sehingga dapat memberikan konstribusi besar terhadap perekonomian Indonesia.

"Ekonomi digital punya potensi mendorong pertumbuhan ekonomi, menolong transaksi berjalan dari defisit. Jadi kita bisa menolong produk-produk Indonesia sehingga bisa tumbuh," ujar dia.


(Foto:Medcom.id/Anggi Tondi Martaon)

Pada event ini, BI menggelar talkshow dengan menghadirkan narasumber yang berkompeten di bidang ekonomi digital. Mereka adalah pemilik Pempek Sulthan Fifi Fitria Rizkia, CEO Qlapa.com Benny Fajarai, dan Manajer Departemen Sistem Pembayaran Bank Indonesia Putu Paulus Adi P.

Mereka menjelaskan secara rinci dari sisi jenis dan regulasi, juga tantangan dan potensi ekonomi digital kepada sekitar 1.700 pengunjung yang mayoritas merupakan kaum milenial. 

Para pengunjung pun merasa beruntung bisa hadir pada BI Goes To Campus 2018. Seperti yang disampaikan Aisyah, mahasiswi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Ekonomi UNSRI.

Tidak hanya untuk belajar teori, Aisyah bersama teman-temannya ingin mengetahui lebih dalam tentang ekonomi digital. Kebetulan, dia juga tengah menjalankan usaha online.

"Aku sudah buka usaha online kecil-kecilan. Lumayan untuk menambah uang jajan," kata Aisyah.

Hal senada disampaikan oleh Junia. Rekan Aisyah yang juga menimba ilmu di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Ekonomi UNSRI itu menambahkan, "Melalui acara ini, aku bisa mengetahui lebih dalam mengenai ekonomi digital." 

Pendapat serupa juga disampaikan oleh Dimas Rizki Febriansyah, mahasiswa jurusan Ilmu Komunikasi UIn Raden Fatah Palembang. Dia berharap, BI gencar melakukan acara serupa untuk mengedukasi masyarakat, khususnya anak muda yang menjadi penerus bangsa. 

"Lebih banyak mengadakan acara seperti ini karena banyak ilmu yang didapat," kata Rizki.

YouTuber and Content Creator Kevin Hendrawan pun mengapresiasi langkah BI dalam menyosialisasikan ekonomi digital kepada masyarakat. Terlebih, saat ini sudah terjadi pergeseran konvensional menuju digital.

"Sekarang memang eranya ekonomi digital. Semua orang berlomba-lomba masuk ke situ. Sementara tidak semua kampus fokus pada ekonomi digital. BI memberikan pandangan baru dan alternatif untuk para mahasiswa," kata Kevin.

Dia berharap, BI lebih gencar lagi menyosialisasikan ekonomi digital. Diharapkan, masyarakat bisa lebih mengetahui aturan main yang ditetapkan pada sektor ekonomi digital.

"Soalnya banyak yang enggak tahu mengenai pentingnya ekonomi digital. Untuk mahasiswa, lebih aktif lagi memperbarui pengetahuan dunia digital yang berkembang cepat sekali," ujar dia. 

Selain mengedukasi tentang ekonomi digital, BI Goes To Campus 2018 juga mengajak pengunjung mengikuti lomba video dan blog. BI menyediakan total hadiah ratusan juta rupiah bagi pemenang.

Caranya, mudah. Peserta cukup membuat video atau blog tentang ekonomi digital #Ecodigi dan perlindungan konsumen # amanbertransaksi. Untuk informasi lebih lanjut mengenai syarat dan ketentuan, peserta bisa melihatnya di media sosial (twitter, instagram dan facebook) Bank Indonesia dan Metro TV.



(ROS)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id