Ilustrasi--Dampak angin kencang di Brebes, Jawa Tengah. (Foto: Medcom.id/Kuntoro)
Ilustrasi--Dampak angin kencang di Brebes, Jawa Tengah. (Foto: Medcom.id/Kuntoro)

60 Rumah di Prabumulih Rusak Diterjang Angin Puting Beliung

Gonti Hadi Wibowo • 24 September 2020 17:43

"Untuk awal musim hujan 2020-2021 sebagian besar masuk di Oktober Dasarian I sampai III, namun di Sumsel bagian utara diprediksi akhir September sudah masuk musim hujan," ujarnya, melansir Antara.
 
Menurut dia dengan masuknya musim pancaroba, musim kemarau 2020 terhitung lebih singkat, yaitu selama 10-12 dasarian dimulai sejak Juni. Namun masih mendekati rata-rata normal musim kemarau yakni 12-14 dasarian.
 
Pendeknya masa kemarau ditambah kondisi yang lebih basah dari 2019 membuat tingkat kemunculan titik api serta kebakaran hutan dan lahan merosot pada 2020. Bahkan status sebagian besar lahan masih pada level tidak mudah terbakar karena kelembaban masih terjaga.

Baca juga: 4 Skema Sakti Pemprov Jatim Ciptakan UMKM Kebal Covid-19
 
Sementara selama peralihan musim hujan ia mengingatkan masyarakat agar waspada dengan perubahan cuaca yang signifikan dan terjadi dalam tempo cepat, sebab arah angin masih bervariasi serta berpindah-pindah.
 
Dampaknya hujan disertai angin kencang dan petir berpotensi menimbulkan kerusakan di wilayah bertopografi landai, seperti Kota Palembang, OKI, Muara Enim, Lahat, Musi Banyuasin, dan sebagian Banyuasin.
 
"Prediksi sifat hujan selama pancaroba levelnya sedang hingga tinggi, masyarakat perlu waspada," tambahnya.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MEL)
  • Halaman :
  • 1
  • 2
Read All


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan