ASN di Baubau pemerkosa anak kandung. (Metro TV)
ASN di Baubau pemerkosa anak kandung. (Metro TV)

Berita Populer Daerah

ASN Perkosa Anak Kandung hingga Melahirkan, Posyandu Beri Obat Kedaluwarsa

Meilikhah • 11 Agustus 2022 08:22
Jakarta: Sejumlah peristiwa terjadi sepanjang Rabu, 10 Agustus 2022, dan terangkum dalam kanal Daerah, medcom.id.
 
Peristiwa-peristiwa itu antara lain, pemerkosaan yang dilakukan oknum aparatur sipil negara (ASN) terhadap anak kandung hongga melahirkan. Ada pula peristiwa pemberian obat kedaluwarsa di salah satu puskesmas di Kabupaten Tangerang. Berikut ulasannya.
 
1. Posyandu Beri Obat Kedaluwarsa, Dinkes Akui Lalai

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang, Banten, mengakui lalai tak melakukan pengawasan terkait kasus Posyandu Bunga Kenanga memberikan obat kedaluwarsa kepada warga Kecamatan Pondok Pucung, Kecamatan Karang Tengah.
 
"Kami sangat menyayangkan kejadian ini, dan memohon maaf sebesar-besarnya kepada para keluarga atas kelalaian pengelolaan obat yang terjadi di luar gedung Puskesmas," ujar Kepala Dinkes Kota Tangerang Dini Anggraeni, Rabu, 10 Agustus 2022.
 
Menurut dia, Posyandu sudah tidak aktif selama 2 tahun karena pandemi. Obat yang lama ini belum sempat dilaporkan atau dikembalikan ke petugas farmasi di puskesmas.
 
Selengkapnya, di sini
 
2. ASN Kota Baubau Rudapaksa Anak Kandung Hingga Melahirkan
 
Tim Polres Baubau, Sulawesi Tenggara menangkap seorang pria yang tega memerkosa putri kandungnya yang masih dibawah umur. Sang anak diketahui telah melahirkan pada tahun 2021 lalu kasus ini terungkap setelah dilakukan tes DNA.
 
"Kasus ini mulai diselidiki sejak 15 November 2021 silam usai laporan dari Polsek Lea-lea dilimpahkan ke Polres Baubau. Terbongkarnya kasus ini, setelah kami berhasil melakukan tes DNA sehingga mengetahui siapa pelaku yang telah menghamili korban,” ujar Kapolres Baubau AKBP Erwin Pratomo, Rabu, 10 Agustus 2022.
 
Erwin menjelaskan pelaku sudah melakukan aksi bejatnya sejak awal 2021. Modus yang digunakan pelaku adalah dengan mengancam korban untuk tidak menceritakan aksinya kepada siapapun.  
 
Selengkapnya, di sini
 
3. Hujat Pelatih Persib, Bobotoh: Learn Mulu, Win Kaga
 
 Ribuan bobotoh pendukung tim Persib Bandung melakukan unjuk rasa di depan kantor manajemen PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Jalan Sulanjana, Kota Bandung. Mereka menuntut agar pelatih, Robert Rene Albert, keluar dari tim Persib Bandung.
 
Ribuan bobotoh tersebut melakukan aksi long march dari Lapangan Saparua menuju kantor manajemen PT PBB. Mereka juga membawa spanduk bertuliskan tuntutan di antaranya 'Learn Mulu Win Kaga', 'Rene Out', dan '4 Years 0 Trophy'.
 
Aksi tersebut dilakukan sebagai protes terhadap pihak manajemen yang terus menunda pergantian pelatih. Menurut mereka, Robert Rene Albert sudah tidak layak menjadi pelatih Persib Bandung.
 
Selengkapnya, di sini
 
(MEL)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif