Pembukaan PBI III dan Festival Pesona Palu Nomoni (Foto: palukota.go.id)
Pembukaan PBI III dan Festival Pesona Palu Nomoni (Foto: palukota.go.id)

Pekan Budaya Indonesia III dan Palu Nomoni Resmi Dibuka

Nasional
Anindya Legia Putri • 23 September 2017 12:26
medcom.id, Palu: Pekan Budaya Indonesia (PBI) III dan Festival Pesona Palu Nomoni (FPPN) II resmi dibuka. Pembukaan ajang berskala nasional tersebut diwarnai pertunjukan kolaborasi musik etnik nusantara Sangu Patuju, pertunjukan budaya dari Kerajaan Pahang Malaysia, kembang api, serta suguhan ragam budaya.
 
Saat pembukaan berlangsung, Kota Palu diguyur hujan. Namun, hal tersebut tidak menyurutkan antusiasme ribuan masyarakat yang memadati Anjungan Palu Nomoni, lokasi pembukaan PBI III.
 
Pembukaan dihadiri Wali Kota Palu Hidayat, Wakil Wali Kota Palu Sigit Purnomo, pejabat Kementerian Pariwisata, Direktur Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Hilmar Farid, Wakil Ketua Komisi X DPR, pejebat Pemerintahan Provinsi Sulawesi Tengah, Ketua DPRD Sulawesi Tengah, dan Kapolda Sulawesi Tengah.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Hidayat menyampaikan, Festival Pesona Palu Nomoni kali ini terasa lebih spesial karena penyelengaraannya bersinergi dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Kegiatan di Festival Pesona Palu Nomoni pun semakin beragam. Dialog nasional yang dihadiri lembaga adat dari seluruh Indonesia, yang awalnya digelar di Solo, dipindah ke Palu.
 
"Pada 25-27 September, ada dialog nasional dengan tema Revitalisasi Budaya Bangsa dalam Rangka Keutuhan RI. Kita berdoa agar dialog nanti menghasilkan sesuatu yang baik untuk bangsa," kata Hidayat, saat memberikan kata sambutan pembukaan PBI III, Jumat, 22 September 2017.
 
Pekan Budaya Indonesia III dan Palu Nomoni Resmi Dibuka
Wali Kota Palu Hidayat saat membuka acara PBI III dan Festival Pesona Palu Nomoni (Foto: palukota.go.id)
 
Di panggung kesenian budaya akan tampil masyarakat dari berbagai daerah, antara lain dari masyarakat etnis Kaili. “Tujuan festival ini untuk membangun nilai kebangsaan budaya. Masyarakat Kaili sangat menjunjung toleransi, kekeluargaan, dan gotong royong. Mari kita kembali pada budaya kebangsaan kita. Dari Palu untuk Indonesia berbudaya dan beradat," ucap Hidayat.
 
Hilmar Farid mengapresiasi pelaksanaan PBI III yang digelar bersamaan dengan Festival Pesona Palu Nomoni. Pemilihan Palu sebagai tempat penyelenggaraan PBI III didukung tingginya komitmen Pemerintah Kota Palu dalam memajukan kebudayaan.
 
“Serta salah satu bentuk komitmen Ditjen kebudayaan untuk senantiasa memperkuat kebudayaan, khususnya kebudayaan-kebudayaan lokal, sebagai kekhasan dan wujud memperteguh Kebhinnekaan Indonesia," ujar Hilmar.
 
Pada Festival Pesona Palu Nomoni, masyarakat bisa melihat kembali budaya masa lalu yang sekarang sulit ditemui. Budaya masa lalu tersebut diperkenalkan kembali dalam kemasan atraksi seni pertunjukan dengan nilai-nilai kearifan dan keluhuran. Sesuai makna kata "Nomoni" yang berarti "berbunyi" atau "bergema," festival ini diharapkan akan menggaungkan ragam kebudayaan etnis Kaili di Lembah Palu ke seantero dunia.
 
Kegiatan ini akan menampilkan pertunjukan ritual adat, pameran, lomba perahu layar tradisional, pertunjukan seni dan budaya di kampung Kaili, panggung budaya di Indonesia, gelar kuliner tradisional, hingga pertunjukan musik kontemporer. Ditandai dengan pemukulan Gimba dan peniupan Lalove, Festival Pesona Palu Nomoni dan PBI resmi terselenggara di sepanjang Pesisir Teluk Palu.
 

(ROS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif