Permainan angklung diperdengarkan pada Pekan Budaya Indonesia (PBI) III dan Festival Palu Nomoni dilangsungkan di Palu, Sulawesi Tengah, 22-27 September 2017 (Foto:Metrotvnews.com/Anindya Legia Putri)
Permainan angklung diperdengarkan pada Pekan Budaya Indonesia (PBI) III dan Festival Palu Nomoni dilangsungkan di Palu, Sulawesi Tengah, 22-27 September 2017 (Foto:Metrotvnews.com/Anindya Legia Putri)

Gema Seribu Angklung di Festival Pesona Palu Nomoni

Nasional
Anindya Legia Putri • 27 September 2017 14:46
medcom.id, Palu: Melalui Pekan Budaya Indonesia (PBI) III dan Festival Palu Nomoni yang dilangsungkan di Palu, Sulawesi Tengah, 22-27 September 2017, Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, melalui Direktorat Warisan dan Diplomasi Budaya, memperkenalkan alat musik angklung.
 
Seperti diketahui, angklung merupakan salah satu warisan budaya Indonesia yang tercatat dalam UNESCO. Untuk semakin mengenalkan angklung kepada masyarakat, pada acara yang digelar di panggung utama Teluk Nomoni, tak kurang dari seribu orang memainkan lagu daerah Palu, Tanah Kaili, menggunakan angklung. Meskipun diterpa hujan, mereka antusias memainkan alat musik yang berasal dari Jawa Barat tersebut.
 
Kasubdit Warisan Budaya Benda Dunia, Roseri Rosdy Putri, menjelaskan, bukan tanpa alasan membawa angklung ke Palu. Angklung merupakan warisan budaya Indonesia dan harus dilestarikan oleh seluruh masyarakat.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Gema Seribu Angklung di Festival Pesona Palu Nomoni
Masyarakat Kota Palu memainkan lagu daerah menggunakan angklung (Foto:Metrotvnews.com/Anindya Legia Putri)
 
"Kalau kita memainkan alat musik khas Kota Palu, pasti seluruh masyarakat Kaili sudah tahu. Karenanya, kita ingin mengedukasi masyarakat, bahwa Indonesia memiliki ragam kekayaan budaya yang telah diakui oleh dunia. Salah satunya, angklung. Dengan adanya hal ini, juga diharap masyarakat Kaili dan pemda setempat terpacu untuk membawa kebudayaan khas Kaili menjadi warisan budaya dunia," ujar Roseri.
 
Sebagaimana diketahui, pada sidang ke-5 Inter-Governmental Committe UNESCO di Nairobi, Kenya, 16 November 2010, alat musik angklung yang merupakan khasanah budaya Indonesia, ditetapkan sebagai The Representative List of the Intangible Cultural Heritage of Humanity. Tak hanya sebagai alat musik, angklung juga dinilai dapat menjadi pemersatu bamgsa. Sebab, angklung tak dapat dimainkan seorang diri. Dibutuhkan andil dari banyak pemain agar tercipta harmonisasi nada.
 

(ROS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif