Banda Aceh: Hujan yang mengguyur wilayah Kabupaten Aceh Selatan, Provinsi Aceh, mengakibatkan banjir. Ketinggian air yang menggenangi permukiman warga sekitar 30-50 sentimeter.
Kepala Pelaksana Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Selatan, Cut Syazalisma, mengatakan banjir terjadi di Kecamatan Trumon Timur dan Trumon Tengah, Kabupaten Aceh Selatan.
"Akibat hujan dengan intensitas tinggi di wilayah Kabupaten Aceh Singkil, Aceh Tenggara, dan Aceh Selatan, menyebabkan terjadinya banjir kiriman dari Kabupaten Aceh Singkil ke dua kecamatan di Aceh Selatan," kata Cut, Kamis, 10 Desember 2020.
Baca juga: Pengungsi Banjir Aceh Utara Mulai Terserang Penyakit
Cut mengungkapkan, banjir tersebut merendam 15 rumah warga di Desa Titi Poben, Kecamatan Trumon timur dan sembilan rumah di desa Cot Bayu, Kecamatan Trumon Tengah.
"Tidak ada warga yang harus mengungsi namun akibat banjir dengan ketinggian rata-rata 30 hingga 50 sentimeter tersebut mengakibatkan korban terdampak sebanyak 29 KK dengan 118 jiwa," ujarnya.
Menurutnya, Saat ini air sudah mulai surut dan tim BPBD kabupaten Aceh Selatan juga telah turun ke lokasi untuk melakukan koordinasi penanganan banjir dengan geuchik gampong (kepala desa) yang terdampak banjir.
"Tidak ada korban jiwa dalam bencana ini, dan air juga sudah mulai surut," jelasnya.
Sementara itu, banjir yang melanda wilayah Kabupaten Aceh Utara, mengakibatkan lima orang tewas terseret arus banjir. Ketinggian air yang menggenangi badan jalan mencapai dua meter.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), Sunawardi, mengatakan banjir terjadi sejak Jumat, 4 Desember 2020, pukul 05.00 WIB.
"Ada lima orang yang meninggal karena terseret arus banjir di Aceh Utara," kata dia, Kamis, 10 Desember 2020.
Sebelumnya, banjir mengepung 87 desa di 23 kecamatan di Aceh Utara sejak Jumat pekan lalu dan mengakibatkan sebanyak 18.000 ribu lebih warga harus mengungsi ke meunasah atau musala dan titik aman lainnya.
Baca juga: DIY Minta Kabupaten/Kota Tingkatkan Pengawasan Prokes
"Hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan air sungai (krueng) Keuruto dan krueng Peuto meluap. Sungai tidak mampu menampung debit air sehinga meluap le permukiman penduduk," ujarnya.
Selain itu akses jalan utama yang menghubungkan Kecamatan Pirak Timu dan Kecamatan Matangkuli, Aceh Utara, sempat tak bisa dilalui. Bahkan, bendungan Krueng Pase jebol sehingga mengakibatkan lebih dari 3.000 hektare sawah terancam gagal panen.
"Sedangkan, di Gampong (desa) Leubok Mane Kecamatan Langkahan, salah satu warga patah tulang akibat pohon tumbang, kondisi saat ini badan jalan Medan-Banda Aceh sudah bisa dilewati dan air sudah mulai surut di beberapa Kecamatan dan desa," jelasnya.
Banda Aceh: Hujan yang mengguyur wilayah Kabupaten Aceh Selatan, Provinsi Aceh,
mengakibatkan banjir. Ketinggian air yang menggenangi permukiman warga sekitar 30-50 sentimeter.
Kepala Pelaksana Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Selatan, Cut Syazalisma, mengatakan banjir terjadi di Kecamatan Trumon Timur dan Trumon Tengah, Kabupaten Aceh Selatan.
"Akibat hujan dengan intensitas tinggi di wilayah Kabupaten Aceh Singkil, Aceh Tenggara, dan Aceh Selatan, menyebabkan terjadinya banjir kiriman dari Kabupaten Aceh Singkil ke dua kecamatan di Aceh Selatan," kata Cut, Kamis, 10 Desember 2020.
Baca juga:
Pengungsi Banjir Aceh Utara Mulai Terserang Penyakit
Cut mengungkapkan, banjir tersebut merendam 15 rumah warga di Desa Titi Poben, Kecamatan Trumon timur dan sembilan rumah di desa Cot Bayu, Kecamatan Trumon Tengah.
"Tidak ada warga yang harus mengungsi namun akibat banjir dengan ketinggian rata-rata 30 hingga 50 sentimeter tersebut mengakibatkan korban terdampak sebanyak 29 KK dengan 118 jiwa," ujarnya.
Menurutnya, Saat ini air sudah mulai surut dan tim BPBD kabupaten Aceh Selatan juga telah turun ke lokasi untuk melakukan koordinasi penanganan banjir dengan geuchik gampong (kepala desa) yang terdampak banjir.
"Tidak ada korban jiwa dalam bencana ini, dan air juga sudah mulai surut," jelasnya.
Sementara itu, banjir yang melanda wilayah Kabupaten Aceh Utara, mengakibatkan lima orang tewas terseret arus banjir. Ketinggian air yang menggenangi badan jalan mencapai dua meter.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), Sunawardi, mengatakan banjir terjadi sejak Jumat, 4 Desember 2020, pukul 05.00 WIB.
"Ada lima orang yang meninggal karena terseret arus banjir di Aceh Utara," kata dia, Kamis, 10 Desember 2020.
Sebelumnya, banjir mengepung 87 desa di 23 kecamatan di Aceh Utara sejak Jumat pekan lalu dan mengakibatkan sebanyak 18.000 ribu lebih warga harus mengungsi ke meunasah atau musala dan titik aman lainnya.
Baca juga:
DIY Minta Kabupaten/Kota Tingkatkan Pengawasan Prokes
"Hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan air sungai (krueng) Keuruto dan krueng Peuto meluap. Sungai tidak mampu menampung debit air sehinga meluap le permukiman penduduk," ujarnya.
Selain itu akses jalan utama yang menghubungkan Kecamatan Pirak Timu dan Kecamatan Matangkuli, Aceh Utara, sempat tak bisa dilalui. Bahkan, bendungan Krueng Pase jebol sehingga mengakibatkan lebih dari 3.000 hektare sawah terancam gagal panen.
"Sedangkan, di Gampong (desa) Leubok Mane Kecamatan Langkahan, salah satu warga patah tulang akibat pohon tumbang, kondisi saat ini badan jalan Medan-Banda Aceh sudah bisa dilewati dan air sudah mulai surut di beberapa Kecamatan dan desa," jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MEL)