Banjir di wilayah Kabupaten Aceh Selatan, Aceh. Foto: Istimewa
Banjir di wilayah Kabupaten Aceh Selatan, Aceh. Foto: Istimewa

Banjir Rendam Puluhan Rumah di Aceh Selatan

Fajri Fatmawati • 10 Desember 2020 16:28

Sementara itu, banjir yang melanda wilayah Kabupaten Aceh Utara, mengakibatkan lima orang tewas terseret arus banjir. Ketinggian air yang menggenangi badan jalan mencapai dua meter.
 
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), Sunawardi, mengatakan banjir terjadi sejak Jumat, 4 Desember 2020, pukul 05.00 WIB.
 
"Ada lima orang yang meninggal karena terseret arus banjir di Aceh Utara," kata dia, Kamis, 10 Desember 2020.

Sebelumnya, banjir mengepung 87 desa di 23 kecamatan di Aceh Utara sejak Jumat pekan lalu dan mengakibatkan sebanyak 18.000 ribu lebih warga harus mengungsi ke meunasah atau musala dan titik aman lainnya.
 
Baca juga: DIY Minta Kabupaten/Kota Tingkatkan Pengawasan Prokes
 
"Hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan air sungai (krueng) Keuruto dan krueng Peuto meluap. Sungai tidak mampu menampung debit air sehinga meluap le permukiman penduduk," ujarnya.
 
Selain itu akses jalan utama yang menghubungkan Kecamatan Pirak Timu dan Kecamatan Matangkuli, Aceh Utara, sempat tak bisa dilalui. Bahkan, bendungan Krueng Pase jebol sehingga mengakibatkan lebih dari 3.000 hektare sawah terancam gagal panen.
 
"Sedangkan, di Gampong (desa) Leubok Mane Kecamatan Langkahan, salah satu warga patah tulang akibat pohon tumbang, kondisi saat ini badan jalan Medan-Banda Aceh sudah bisa dilewati dan air sudah mulai surut di beberapa Kecamatan dan desa," jelasnya.
 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MEL)
  • Halaman :
  • 1
  • 2
Read All


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan