Miniatur Candi Borobudur dipamerkan di Pekan Budaya Indonesia III (Foto:Metrotvnews.com/Anindya Legia Putri)
Miniatur Candi Borobudur dipamerkan di Pekan Budaya Indonesia III (Foto:Metrotvnews.com/Anindya Legia Putri)

Menelusuri Jejak Warisan Budaya di Pekan Budaya Indonesia III

Nasional
Anindya Legia Putri • 25 September 2017 18:12
medcom.id, Palu: Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Direktorat Warisan dan Diplomasi Budaya, memamerkan berbagai instalasi sejarah Indonesia bertema "Warisan dan Diplomasi Budaya" pada Pekan Budaya Indonesia III dan Festival Pesona Palu Nomoni, di Palu, Sulawesi Tengah, 22-27 September 2017.
 
Pada pameran tersebut, terdapat jejak rempah bangsa maritim yang mengubah dunia. Perdagangan rempah antar daerah di Nusantara telah melahirkan jalur pelayaran antar pulau dan munculnya pelabuhan-pelabuhan. Hingga akhirnya melahirkan hubungan dagang dengan bangsa-bangsa di utara seperti di Tiongkok, India, dan Asia Barat.
 
Terdapat juga miniatur Candi Borobudur yang telah diserahkan kepada Wali Kota Palu, pada saat pembukaan Festival Palu Nomoni dan Pekan Budaya Indonesia III, pada 22 September 2017. Miniatur ini serupa dengan miniatur Candi Borobudur yang ada di Kantor Pusat UNESCO di Paris, Prancis.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menelusuri Jejak Warisan Budaya di Pekan Budaya Indonesia III
Direktorat Warisan dan Diplomasi Budaya, Nadjamuddin Ramly (Foto:Metrotvnews.com/Anindya Legia Putri)
 
Dijelaskan oleh Direktorat Warisan dan Diplomasi Budaya, Nadjamuddin Ramly, pameran ini bertujuan untuk menginformasikan dan mengenalkan masyarakat akan berbagai diplomasi melalui jalur kebudayaan, termasuk kegiatan-kegiatan diplomasi budaya yang telah dilakukan oleh Direktorat Jenderal Kebudayaan.
 
"Kita juga berharap agar anak sekolah kita bisa mengenal mengenai tahapan karya budaya kita itu seperti apa. Pameran ini adalah pembelajaran luar ruang yang harus diamati pelajar kita. Di sini ada narasi, penjelasan mengenai berbagai sejarah Indonesia. Dengan demikian, benda mati ini bisa hidup menjadi khasanah bangsa yang terus terjaga kelestariannya," ucap Nadjamuddin Ramly.
 

(ROS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif