Ilustrasi bayi. Medcom.id.
Ilustrasi bayi. Medcom.id.

Viral Kasus Kekerasan Seksual Mirip NRW, Aborsi, Depresi, Hingga Meninggal

Nasional over dosis pelecehan seksual aborsi ilegal kekerasan seksual surabaya
Cindy • 09 Desember 2021 17:13
Jakarta: Jagat maya kembali digegerkan kasus kekerasan seksual yang serupa dengan kasus mahasiswi Universitas Brawijaya, NRW. NRW diketahui bunuh diri karena depresi menjalin hubungan dengan oknum anggota polisi bernama Bripda Randy Bagus Hari Sasongko. 
 
Kasus kekerasan seksual yang mirip kasus NRW ini diviralkan akun Instagram @novindraphefferkorn. Dalam unggahannya itu, Novindra menceritakan kasus kekerasan seksual yang dialami saudara kembarnya, berinisial NAS, hingga meninggal pada Mei 2021. 
 
"Saudara kembarku meninggal tahun ini (Mei 2021) hampir sama seperti kasus NRW. Mantannya memaksa (NAS) untuk aborsi," tulis Novindra dikutip dari Instagram pribadinya, Kamis, 9 Desember 2021. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: Guru Pesantren Perkosa 12 Santriwati di Bandung Terancam Dikebiri, Begini Aturannya

Kronologi kasus kekerasan seksual NAS

Tangkapan layar viral kekerasan seksual aborsi, depresi, hingga meninggal. Instagram @novindraphefferkorn.
Tangkapan layar viral kekerasan seksual aborsi, depresi, hingga meninggal. Instagram @novindraphefferkorn.
 
Pada 2017, NAS memulai kuliahnya di salah satu kampus di Malang. Dia memutuskan untuk pergi merantau jauh dari rumahnya di Lumajang, Jawa Timur. 
 
NAS harus menyelesaikan kuliahnya secara daring di tengah pandemi covid-19 pada 2020. Dia pun memutuskan untuk kembali ke kota tempat mantan kekasihnya tinggal, yakni Surabaya. 
 
"Di situlah mulai hubungan toksik bermula," tulis Novindra. 
 
Mantan NAS memaksanya untuk melakukan aborsi usai mengetahui NAS hamil. Dia diminta melakukan aborsi di sebuah klinik aborsi di Bayuwangi. 
 
Novindra menyebut NAS harus membawa jasad bayinya dengan mobil dari Banyuwangi menuju Lumajang. NAS harus menanggung semuanya sendiri. Jasad itu dimakamkan sendiri oleh NAS menggunakan uangnya sendiri. Dia juga membayar klinik aborsi menggunakan uangnya sendiri. 
 
"Mantannya tidak memberikan uang sepeser pun untuk dia (NAS). Mantannya bahkan mengancam dia kalau tidak mau melakukan aborsi," tulis Novindra. 
 
Baca: 4 Berita Viral Kasus Kejahatan Seksual, Pelecehan di UNJ Hingga Kasus Pemerkosaan Riau

NAS Depresi hingga bunuh diri

Setelah kejadian itu, NAS mengalami depresi dan kerap bertingkah aneh seperti menggendong boneka seolah-olah bayinya. Setelah dibawa ke psikiater, NAS harus mengonsumsi obat penenang. Bukannya membaik, NAS malah mengalami overdosis obat penenang dan meninggal.  
 
"Saat terakhir hidupnya, dia (NAS) sempat meminta tolong mantannya. Tapi lelaki itu tidak melakukan apapun, tidak membawa kembaran ku ke rumah sakit. Dia malah merekam NAS saat dia pingsan," tulis Novindra. 
 
Novindra mengaku baru mengetahui seluruh cerita hubungan toksik itu setelah NAS meninggal dunia. Dia mendapat cerita ini dari sahabat dekat saudara kembarnya. 
 
Novindra ingin kasus ini diselesaikan ke ranah hukum. Dia ingin mencari keadilan atas meninggalnya NAS. 
 
"Kami sudah melaporkan kasus ini ke polisi, tapi mungkin karena tidak viral, polisi hanya mengecek KTP mantannya. Kami tidak mendapat keadilan sampai sekarang," tulis dia.
 
Baca: Marak Kasus Pelecehan Seksual, Kenali 5 Jenisnya
 
(CIN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif