FAMILY

Marak Kasus Pelecehan Seksual, Kenali 5 Jenisnya

Cindy
Rabu 08 Desember 2021 / 15:59
Jakarta: Kasus pelecehan seksual beberapa hari ke belakang menjadi topik pembicaraan hangat di media sosial. Mulai dari kasus pelecehan seksual dosen ke mahasiswi hingga kasus kekerasan seksual di Malang berbuntut korban depresi hingga bunuh diri.

Pelecehan seksual bukan semata-mata hanya tentang seks. Menurut Komisi Nasional (Komnas) Perempuan, pelecehan seksual merujuk pada tindakan bernuansa seksual yang disampaikan melalui kontak fisik maupun non-fisik. 

Tindakan ini termasuk siulan, main mata, komentar atau ucapan bernuansa seksual, mempertunjukkan materi-materi pornografi dan keinginan seksual, colekan atau sentuhan di bagian tubuh, sampai gerakan yang bersifat seksual. Pelecehan seksual mengakibatkan rasa tidak nyaman, tersinggung, merasa rendah martabatnya, serta dapat menyebabkan masalah kesehatan hingga keselamatan korban.

Baca: Dosen UNJ Diduga Lecehkan Mahasiswi, Begini Isi Pesan Singkatnya
 
Pelecehan seksual bisa terjadi pada siapa saja, baik laki-laki terhadap perempuan maupun sebaliknya. Pelecehan seksual juga dapat terjadi pada sesama jenis. Lantas apa saja jenis pelecehan seksual? Berikut ini bentuk-bentuk pelecehan seksual yang perlu Anda ketahui dikutip dari berbagai sumber:

5 Jenis Pelecehan Seksual

1. Pelecehan gender

Perilaku ini berupa pernyataan seksis yang menghina atau merendahkan seseorang, baik laki-laki maupun perempuan. Contohnya, komentar yang menghina, gambar atau tulisan yang merendahkan, lelucon cabul atau humor tentang seks, hingga membahas alat kelamin dan sejenisnya. 

2. Perilaku menggoda

Perilaku seksual yang menyinggung, tidak pantas, dan tidak diinginkan. Misalnya, kalimat atau ajakan seksual, termasuk memaksa kencan, makan malam, atau minum, mengirim pesan singkat atau melakukan panggilan telepon yang tak henti-henti meski sudah ditolak. 

Baca: 7 Mahasiswi Unsri Ngaku Dilecehkan Oknum Dosen

3. Penyuapan seksual

Permintaan aktivitas seksual dengan janji imbalan yang dapat dilakukan secara terang-terangan atau secara halus. Misalnya, seseorang mengajak korban melakukan hubungan intim dengan iming-iming uang, barang berharga, atau jabatan. Tak jarang juga seseorang memberi janji menikah kepada pasangannya. 

4. Pemaksaan seksual

Pemaksaan aktivitas seksual dengan ancaman hukuman. Artinya, seseorang dipaksa melakukan hubungan intim atau kegiatan seks lainnya. Jika menolak, maka korban akan diberi hukuman yang dapat merugikan dirinya. Ini bisa berupa nilai akademik buruk, pencabutan promosi kerja, pemecatan, evaluasi kerja yang negatif, ancaman keselamatan diri atau keluarga, hingga ancaman teror dan pembunuhan. 

5. Pelanggaran seksual

Pelanggaran seksual termasuk pelecehan seksual yang tergolong berat dan bisa memicu trauma bagi korban. Pelanggaran seksual berat seperti menyentuh, meraba, memegang bagian tubuh secara paksa, bahkan penyerangan secara seksual atau pemerkosaan.

Baca: Ustaz di Bandung Didakwa Perkosa Belasan Santri hingga Hamil dan Melahirkan
(CIN)

MOST SEARCH