Proses pemakaman jenazah covid-19 (Foto / Metro TV)
Proses pemakaman jenazah covid-19 (Foto / Metro TV)

Wali Kota Malang Sebut Insentif Petugas Pemakaman Covid-19 Diduga Disunat

Nasional Pemakaman Umum covid-19 pandemi covid-19 jenazah covid-19
Clicks.id • 07 September 2021 15:36
Malang: Wali Kota Malang Sutiaji menyebut ada dugaan penggelapan dana insentif petugas pemakaman covid-19. Sebab, hingga kini masih ada yang belum menerima insentif.
 
Padahal, dana tersebut sudah dicairkan pada awal pandemi covid-19. Sutiaji mengatakan, total dana insentif petugas pemakaman jenazah covid-19 di Malang yakni Rp1,5 juta.
 
Honor tersebut terbagi untuk dua tim. Pertama Rp750.000 untuk tim penggali kubur dan kedua, Rp750.000 untuk tim yang bertugas mengubur.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sutiaji menjelaskan, untuk periode Mei-September 2021 memang sempat tertunda karena permasalahan Surat Pertanggungjawaban (SPJ). Namun, untuk periode pertama sebelum Mei 2021, dana insentif sudah dicarikan.
 
Baca: Masyarakat Adat MOI Sorong Palang Lahan Pemakaman Covid-19
 
"Kalau sebelum Mei 2021 ke belakang, walaupun 2021, itu berarti penggelapan. Sebab, dana sudah saya cairkan itu," kata Sutiaji, Selasa, 7 September 2021.
 
Pihaknya bakal melakukan audit internal. Sebab, banyak keluhan penggali makam covid-19 di sejumlah tempat permakaman umum (TPU), bahwa mereka belum menerima insentif pemakaman.
 
"Sudah saya mintakan audit internal ke tim. Hasilnya masih proses, masih fifty-fifty, bisa jadi iya (ada penggelapan), bisa jadi tidak," ujarnya.
 
 
  • Halaman :
  • 1
  • 2
Read All



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif