Cacar monyet muncul dari wilayah Afrika. Foto: AFP
Cacar monyet muncul dari wilayah Afrika. Foto: AFP

Penyebaran Cacar Monyet di Afrika Menunjukkan 'Tanda Mengkhawatirkan'

Medcom • 01 Juli 2022 12:00
Jenewa: Afrika telah melaporkan 1.821 kasus cacar monyet pada Selasa, 28 Juni 2022 di 13 negara. Sebanyak 109 di antaranya telah dikonfirmasi laboratorium di sembilan negara.
 
Selain negara-negara di Afrika dengan riwayat penularan pada manusia, cacar monyet juga dilaporkan pada tiga negara yang sebelumnya tidak pernah memiliki kasus pada manusia, yaitu Ghana, Maroko, dan Afrika.
 
Menurut Direktur Regional Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Matshidiso Moeti, penyebaran wabah cacar monyet ini menjadi tanda yang mengkhawatirkan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Penyebaran cacar monyet secara geografis ke beberapa bagian Afrika di mana kasusnya belum pernah terdeteksi sebelumnya adalah tanda yang mengkhawatirkan," kata Moeti, seperti dikutip dari China.org, Jumat 1 Juli 2022.
 
"Sangat penting bahwa kami mendukung upaya nasional untuk meningkatkan pengawasan dan diagnosis laboratorium, yang merupakan landasan pengendalian penyakit,” imbuh Moeti.
 
Menurut WHO, jumlah kasus cacar monyet yang dikonfirmasi di Afrika menyumbang dua persen dari 4.500 lebih kasus di dunia.
 
Selama sebulan terakhir, sebanyak lima negara di Afrika telah menerima sumbangan reagen dari sejumlah mitra. Sehingga, kini telah ada 12 negara dengan kapasitas diagnostik cacar monyet. Kelompok negara lain di Afrika Barat akan menerima reagen setelah mengikuti pelatihan.

Bukan Darurat Kesehatan Global

Beberapa kasus virus cacar monyet telah dilaporkan dalam beberapa minggu terakhir di beberapa negara di Eropa dan Amerika Utara, wilayah di mana virus biasanya tidak ditemukan.
 
Pada 25 Juni 2022, WHO menyatakan cacar monyet terbaru yang telah menyebar ke lebih dari 50 negara bukan merupakan Darurat Kesehatan Masyarakat yang Menjadi Perhatian Interasional (PHEIC), sebuah tingkat kewaspadaan tertinggi yang dapat dikeluarkan WHO.
 
Meski begitu, beberapa anggota Komite Darurat WHO beranggapan bahwa risiko penularan lebih lanjut dan berlanjut ke populasi yang lebih luas tidak boleh diabaikan.
 
  • Halaman :
  • 1
  • 2
Read All



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif