Arab Saudi akan umumkan pelaksanaan haji 2021. Foto: AFP
Arab Saudi akan umumkan pelaksanaan haji 2021. Foto: AFP

Arab Saudi Segera Umumkan Rencana Haji 2021 dalam Hitungan Hari

Fajar Nugraha • 07 Juni 2021 15:58
Jeddah: Pengumuman tentang pelaksanaan Ibadah Haji tahun ini akan dilakukan oleh pihak Arab Saudi dalam beberapa hari ke depan. Pihak Kerajaan Arab Saudi disebutkan sudah menyelesaikan penilannya terhadap pelaksanaan haji di tengah pandemi covid-19.
 
“Pihak berwenang Arab Saudi sedang menindaklanjuti pembaruan (pandemi). Menteri Haji dan Umrah serta menteri kesehatan akan segera mengumumkan keputusan,” ujar pejabat Menteri Media Arab Saudi, Dr Majid Al-Qasabi, seperti dikutip Arab News, 7 Juni 2021.
 
“Karena kemunculan varian baru covid-19, penting untuk mengevaluasi kerusakan dari penyebaran virus dengan cermat dan benar. Kami tidak ingin haji tahun ini menjadi episentrum penyebaran penyakit di Kerajaan atau dunia Islam,” imbuhnya.

Baca: Breaking News: Indonesia Putuskan Batal Menggelar Haji 2021.
 
Kementerian Haji dan Umrah telah bekerja keras untuk meningkatkan layanan yang diberikan di sektor haji dan umrah, di tengah keadaan pandemi yang luar biasa.
 
Haji tahun lalu dan kembalinya umrah secara bertahap pada Oktober diizinkan setelah model yang aman dikembangkan. Fokusnya pada penggunaan teknologi modern dan digitalisasi prosedur untuk menyediakan jamaah dengan layanan yang mereka butuhkan, melalui berbagai opsi yang disediakan oleh kementerian.
 
Model yang berfokus pada teknologi ini termasuk aplikasi Eatmarna, yang memungkinkan pengguna untuk meminta izin (izin salat, izin umrah, dan izin Salat Rawdah) di Masjid Mekkah dan Madinah. Lebih dari 20 juta orang telah mendapat manfaat dari aplikasi ini dan lebih dari 30.000 telah menggunakan layanan yang disediakan oleh pusat Inaya (perawatan) di Mekkah dan Madinah, yang didirikan untuk melayani jamaah yang datang dari luar Kerajaan.
 
Kementerian Haji dan Umrah juga menyediakan layanan transportasi yang aman dengan mendirikan empat tempat untuk mengangkut jemaah dan jemaah haji ke dan dari Masjidil Haram di Mekkah.
 
“Karena kemunculan varian covid-19, penting untuk mengevaluasi kerusakan dari penyebaran virus dengan cermat dan benar,” tutur Al-Qasabi.
 
Asisten Wakil Sekretariat Kementerian Haji dan Umrah untuk jamaah haji dan umrah, Hesham Abdulmonem Saeed mengatakan, pada konferensi pers bahwa model umrah yang aman bertujuan untuk melindungi orang-orang dengan mengelola kerumunan yang pergi ke Masjidil Haram melalui slot waktu yang dipesan dan meningkatkan layanan yang diberikan kepada para peziarah melalui penerapan teknik paling modern untuk memenuhi kebutuhan pribadi mereka.
 
Saeed mencatat bahwa aplikasi Eatmarna yang dikembangkan oleh Saudi Data and Artificial Intelligence Authority (SDAIA) juga memverifikasi kesehatan pemohon izin.
 

 
Ia menambahkan, pekerjaan melayani jemaah haji merupakan kerja sama yang melibatkan sektor publik, swasta, dan sukarela.
 
“Ada kerja sama berkelanjutan antara Kementerian Haji dan Umrah, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Kesehatan, Presidensi Umum Dua Masjid Suci dan semua otoritas terkait untuk membantu jemaah dan pengunjung melakukan haji dan umrah dengan mudah,” jelasnya.

Indonesia batalkan haji

Pemerintah Indonesia memutuskan tidak menggelar penyelenggaraan Haji 1442 Hijriah/2021 Masehi. Ini kedua kalinya Indonesia tak memberangkatkan jemaah haji di masa pandemi covid-19.
 
Baca: Alasan Pemerintah Batalkan Haji 2021.
 
"Menetapkan membatalkan keberangkatan penyelenggaran ibadah Haji 1442 H bagi warga negara Indonesia," kata Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas di Kantor Kementerian Agama (Kemenag), Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis, 3 Juni 2021.
 
Keputusan ini berdasarkan sejumlah pertimbangan. Utamanya, karena pandemi covid-19 yang belum mereda.
 
"Terancam pandemi covid-19 beserta varian baru yang melanda seluruh dunia," ujar Yaqut. 
 
Yaqut menegaskan kewajiban negara melindungi rakyatnya khususnya di bidang kesehatan. Di samping itu, dalam agama Islam juga diharuskan menjaga akal dan keturunan sebagai pertimbangan.
 
Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu juga menyampaikan Arab Saudi belum membuka penyelenggaraan haji. Sementara itu, Indonesia membutuhkan waktu untuk menyiapkan semua hal.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

Viral! 18 Kampus ternama memberikan beasiswa full sampai lulus untuk S1 dan S2 di Beasiswa OSC. Info lebih lengkap klik : osc.medcom.id
(FJR)
  • Halaman :
  • 1
  • 2
Read All




TERKAIT

BERITA LAINNYA

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan