Sheikh Jarrah: Sebanyak 20 warga Palestina di Sheikh Jarrah, Yerusalem terluka akibat bentrok dengan pihak Israel. Mereka bentrok dengan warga Israel yang ingin merebut perumahan warga setempat.
“Sekitar 20 warga Palestina terluka dalam bentrokan dengan warga Yahudi Israel yang dibantu pasukan keamanan Israel di lingkungan Sheikh Jarrah di Yerusalem timur pada Senin malam,” menurut Bulan Sabit Merah Palestina, seperti dikutip Irish Times, Selasa 22 Juni 2021.
Sementara media Israel KAN News melaporkan empat tersangka tambahan ditangkap semalam akibat bentrokan. Video yang dilaporkan dari tempat kejadian menunjukkan warga Palestina dan Yahudi di lingkungan itu saling melempar kursi di atas penghalang polisi yang ditempatkan di antara mereka.
Kemudian pasukan keamanan Israel melepaskan granat kejut untuk membubarkan warga Palestina. Warga Palestina itu melakukan perlawanan dengan menembakkan kembang api ke arah pasukan keamanan selama bentrokan.
Penduduk Palestina di lingkungan itu meminta para pendukungnya untuk datang ke Sheikh Jarrah untuk bergabung dalam konfrontasi. Setidaknya dua warga Palestina ditangkap selama bentrokan, menurut laporan pihak Palestina.
Warga Palestina dan pemukim Yahudi saling melempar batu, kursi, dan kembang api semalaman di lingkungan Yerusalem yang tegang di mana kelompok pemukim berusaha mengusir beberapa keluarga Palestina.
Mereka yang bertahan di Sheikh Jarrah dan terancam penggusuran, melakukan perlawanan atas upaya pendudukan ilegal Israel yang memicu protes dan bentrokan. Bentrokan itu memicu perang Gaza 11 hari bulan lalu.

Mobil keamanan Israel menyemprotkan air ke arah pedemo Palestina. Foto: AFP
Bentrokan ini merupakan ujian bagi koalisi pemerintahan baru Israel, yang mencakup tiga partai pro-pemukim tetapi berharap untuk mengesampingkan masalah Palestina untuk menghindari perpecahan internal.
Polisi Israel dan pejabat perbatasan mengatakan mereka menangkap empat tersangka di lingkungan Sheikh Jarrah. “Tidak jelas siapa yang memulai bentrokan. Seorang wanita dilaporkan terluka ketika punggungnya dihantam batu,” pernyataan pihak polisi.
Sementara 20 warga Palestina yang terluka, 16 diantaranya menderita akibat semprotan merica dan gas air mata dan lainnya terluka oleh peluru berlapis karet. “Dua orang lainnya terluka, termasuk seorang pria tua yang dipukul di kepala,” kata kelompok Bulan Sabit Merah Palestina.
Bulan Sabit Merah mengatakan pemukim Israel melemparkan batu ke salah satu ambulansnya dan pasukan Israel menyemprotkan air sigung ke ambulans kedua milik layanan tersebut.
Ledakan kekerasan adalah gesekan terbaru di Sheikh Jarrah. Perang 11 hari Israel-Hamas bulan lalu yang dipicu kondisi di Sheikh Jarrah, berakhir dengan gencatan senjata yang mulai berlaku pada 21 Mei. Tetapi kampanye jangka panjang oleh pemukim Yahudi untuk mengusir puluhan keluarga Palestina terus berlanjut.
Siklus ketegangan bertahan, dalam ujian awal yang mencolok bagi pemerintah koalisi baru Israel, yang baru berusia lebih dari seminggu.
Di pucuk pimpinan di bawah perjanjian rotasi adalah Perdana Menteri Naftali Bennett, kepala partai sayap kanan Yamina. Dalam dua tahun, dia akan digantikan oleh Yair Lapid, pemimpin sentris Yesh Atid. Dan yang memimpin oposisi adalah pemimpin Likud Benjamin Netanyahu, yang digulingkan dari jabatan perdana menteri setelah memegang jabatan itu selama 12 tahun.
Intervensi oleh jaksa agung Israel pada puncak kerusuhan telah menunda penggusuran yang paling dekat. Namun kelompok hak asasi mengatakan penggusuran masih bisa berlanjut dalam beberapa bulan mendatang karena perhatian internasional berkurang, berpotensi memicu pertumpahan darah lagi.
Para pemukim telah melakukan kampanye selama beberapa dekade untuk mengusir keluarga dari lingkungan padat penduduk Palestina di apa yang disebut Cekungan Suci di luar tembok Kota Tua, di salah satu bagian paling sensitif di Yerusalem timur.
“Sekitar 20 warga Palestina terluka dalam bentrokan dengan warga Yahudi Israel yang dibantu pasukan keamanan Israel di lingkungan Sheikh Jarrah di Yerusalem timur pada Senin malam,” menurut Bulan Sabit Merah Palestina, seperti dikutip Irish Times, Selasa 22 Juni 2021.
Sementara media Israel KAN News melaporkan empat tersangka tambahan ditangkap semalam akibat bentrokan. Video yang dilaporkan dari tempat kejadian menunjukkan warga Palestina dan Yahudi di lingkungan itu saling melempar kursi di atas penghalang polisi yang ditempatkan di antara mereka.
Kemudian pasukan keamanan Israel melepaskan granat kejut untuk membubarkan warga Palestina. Warga Palestina itu melakukan perlawanan dengan menembakkan kembang api ke arah pasukan keamanan selama bentrokan.
Penduduk Palestina di lingkungan itu meminta para pendukungnya untuk datang ke Sheikh Jarrah untuk bergabung dalam konfrontasi. Setidaknya dua warga Palestina ditangkap selama bentrokan, menurut laporan pihak Palestina.
Warga Palestina dan pemukim Yahudi saling melempar batu, kursi, dan kembang api semalaman di lingkungan Yerusalem yang tegang di mana kelompok pemukim berusaha mengusir beberapa keluarga Palestina.
Mereka yang bertahan di Sheikh Jarrah dan terancam penggusuran, melakukan perlawanan atas upaya pendudukan ilegal Israel yang memicu protes dan bentrokan. Bentrokan itu memicu perang Gaza 11 hari bulan lalu.

Mobil keamanan Israel menyemprotkan air ke arah pedemo Palestina. Foto: AFP
Bentrokan ini merupakan ujian bagi koalisi pemerintahan baru Israel, yang mencakup tiga partai pro-pemukim tetapi berharap untuk mengesampingkan masalah Palestina untuk menghindari perpecahan internal.
Polisi Israel dan pejabat perbatasan mengatakan mereka menangkap empat tersangka di lingkungan Sheikh Jarrah. “Tidak jelas siapa yang memulai bentrokan. Seorang wanita dilaporkan terluka ketika punggungnya dihantam batu,” pernyataan pihak polisi.
Sementara 20 warga Palestina yang terluka, 16 diantaranya menderita akibat semprotan merica dan gas air mata dan lainnya terluka oleh peluru berlapis karet. “Dua orang lainnya terluka, termasuk seorang pria tua yang dipukul di kepala,” kata kelompok Bulan Sabit Merah Palestina.
Bulan Sabit Merah mengatakan pemukim Israel melemparkan batu ke salah satu ambulansnya dan pasukan Israel menyemprotkan air sigung ke ambulans kedua milik layanan tersebut.
Ledakan kekerasan adalah gesekan terbaru di Sheikh Jarrah. Perang 11 hari Israel-Hamas bulan lalu yang dipicu kondisi di Sheikh Jarrah, berakhir dengan gencatan senjata yang mulai berlaku pada 21 Mei. Tetapi kampanye jangka panjang oleh pemukim Yahudi untuk mengusir puluhan keluarga Palestina terus berlanjut.
Siklus ketegangan bertahan, dalam ujian awal yang mencolok bagi pemerintah koalisi baru Israel, yang baru berusia lebih dari seminggu.
Di pucuk pimpinan di bawah perjanjian rotasi adalah Perdana Menteri Naftali Bennett, kepala partai sayap kanan Yamina. Dalam dua tahun, dia akan digantikan oleh Yair Lapid, pemimpin sentris Yesh Atid. Dan yang memimpin oposisi adalah pemimpin Likud Benjamin Netanyahu, yang digulingkan dari jabatan perdana menteri setelah memegang jabatan itu selama 12 tahun.
Intervensi oleh jaksa agung Israel pada puncak kerusuhan telah menunda penggusuran yang paling dekat. Namun kelompok hak asasi mengatakan penggusuran masih bisa berlanjut dalam beberapa bulan mendatang karena perhatian internasional berkurang, berpotensi memicu pertumpahan darah lagi.
Para pemukim telah melakukan kampanye selama beberapa dekade untuk mengusir keluarga dari lingkungan padat penduduk Palestina di apa yang disebut Cekungan Suci di luar tembok Kota Tua, di salah satu bagian paling sensitif di Yerusalem timur.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News