Seorang warga Palestina yang ditahan oleh pasukan Israel karena bentrok dengan warga Israel. Foto: AFP
Seorang warga Palestina yang ditahan oleh pasukan Israel karena bentrok dengan warga Israel. Foto: AFP

Bentrok dengan Israel, 20 Warga Palestina di Sheikh Jarrah Terluka

Fajar Nugraha • 22 Juni 2021 15:55

 
Polisi Israel dan pejabat perbatasan mengatakan mereka menangkap empat tersangka di lingkungan Sheikh Jarrah. “Tidak jelas siapa yang memulai bentrokan. Seorang wanita dilaporkan terluka ketika punggungnya dihantam batu,” pernyataan pihak polisi.
 
Sementara 20 warga Palestina yang terluka, 16 diantaranya menderita akibat semprotan merica dan gas air mata dan lainnya terluka oleh peluru berlapis karet. “Dua orang lainnya terluka, termasuk seorang pria tua yang dipukul di kepala,” kata kelompok Bulan Sabit Merah Palestina.

Bulan Sabit Merah mengatakan pemukim Israel melemparkan batu ke salah satu ambulansnya dan pasukan Israel menyemprotkan air sigung ke ambulans kedua milik layanan tersebut.
 
Ledakan kekerasan adalah gesekan terbaru di Sheikh Jarrah. Perang 11 hari Israel-Hamas bulan lalu yang dipicu kondisi di Sheikh Jarrah, berakhir dengan gencatan senjata yang mulai berlaku pada 21 Mei. Tetapi kampanye jangka panjang oleh pemukim Yahudi untuk mengusir puluhan keluarga Palestina terus berlanjut.
 
Siklus ketegangan bertahan, dalam ujian awal yang mencolok bagi pemerintah koalisi baru Israel, yang baru berusia lebih dari seminggu.
 
Di pucuk pimpinan di bawah perjanjian rotasi adalah Perdana Menteri Naftali Bennett, kepala partai sayap kanan Yamina. Dalam dua tahun, dia akan digantikan oleh Yair Lapid, pemimpin sentris Yesh Atid. Dan yang memimpin oposisi adalah pemimpin Likud Benjamin Netanyahu, yang digulingkan dari jabatan perdana menteri setelah memegang jabatan itu selama 12 tahun.
 
Intervensi oleh jaksa agung Israel pada puncak kerusuhan telah menunda penggusuran yang paling dekat. Namun kelompok hak asasi mengatakan penggusuran masih bisa berlanjut dalam beberapa bulan mendatang karena perhatian internasional berkurang, berpotensi memicu pertumpahan darah lagi.
 
Para pemukim telah melakukan kampanye selama beberapa dekade untuk mengusir keluarga dari lingkungan padat penduduk Palestina di apa yang disebut Cekungan Suci di luar tembok Kota Tua, di salah satu bagian paling sensitif di Yerusalem timur.

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(FJR)
  • Halaman :
  • 1
  • 2
Read All




TERKAIT

BERITA LAINNYA

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan