Seorang perempuan memasang tulisan di pagar gedung legislatif di Hong Kong usai protes yang berujung kerusuhan. (Foto: AFP).
Seorang perempuan memasang tulisan di pagar gedung legislatif di Hong Kong usai protes yang berujung kerusuhan. (Foto: AFP).

Akibat Protes Hong Kong, Inggris-Tiongkok Perang Kata

Internasional hong kong inggris-tiongkok
Fajar Nugraha • 04 Juli 2019 15:06
London: Protes yang terjadi di Hong Kong menimbulkan keriuhan diplomatik antara Tiongkok dan Inggris. Bagi Tiongkok, Negeri Ratu Elizabeth dianggap telah ikut campur dengan mengomentari protes yang terjadi.
 
Tiongkok dengan terus terang mengatakan kepada Inggris pada Rabu (3 Juli) untuk "menahan diri dari campur tangan lebih lanjut”.
 
Protes yang melanda bekas jajahan Inggris itu juga menghidupkan kembali ketegangan yang melekat dalam perjanjian bersejarah kedua belah pihak mengenai penyerahan Hong Kong ke Tiongkok 22 tahun lalu.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca juga: Tiongkok Dukung Hong Kong Investigasi Perusakan Gedung Parlemen.
 
Hong Kong dimaksudkan untuk terus menikmati kebebasan luas di bawah pendekatan "satu negara, dua sistem" yang pertama kali diadopsi oleh Tiongkok pada 1980-an.
 
Tetapi kekhawatiran dan frustrasi atas pengetatan bertahap Beijing atas aturan-aturan itu meluas ke demonstrasi massa. Mereka menentang rancangan undang-undang yang mengatur ekstradisi warga Hong Kong ke Negeri Tirai Bambu.
 
Tiongkok semakin berang ketika Menteri Luar Negeri Inggris Jeremy Hunt, memimpin dunia mengutuk seluruh pendekatan yang dilakukan Tiongkok pada "wilayah administrasi khusus".
 
Hunt meminta Beijing untuk tidak menggunakan protes sebagai "dalih untuk penindasan" dan memperingatkan "konsekuensi serius" jika Tiongkok melanggar komitmen yang dibuat untuk London beberapa dekade lalu.
 
Komentarnya memicu serangkaian kecaman dari pemerintahan Presiden Xi Jinping yang dimulai dengan kementerian luar negerinya di Beijing dan berlanjut dengan kedutaan besarnya di London.
 
"Dia tampaknya berfantasi pada kejayaan kolonialisme Inggris yang pudar dan kebiasaan buruk beraktifitas sambil memandang rendah urusan negara lain," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Geng Shuang.
 
"Saya perlu menekankan kembali bahwa Hong Kong sekarang telah kembali ke tanah asalnya,” tegas Geng.
 
Komentar tak diterima
 
Serangan diplomatik berlangsung pada konferensi pers yang diadakan dengan tergesa-gesa di London oleh duta besar Tiongkok Liu Xiaoming.
 
"Saya sangat berharap bahwa pemerintah Inggris akan menyadari konsekuensinya dan akan menahan diri dari campur tangan lebih lanjut dari lebih lanjut merusak hubungan mereka," kata Liu.
 
Dia berbicara beberapa saat sebelum dipanggil oleh Kementeriang Luar Negeri Inggris untuk pertemuan pribadi dengan kepala layanan diplomatik Inggris Simon McDonald.
 
Liu diberitahu "bahwa komentar yang dibuat tentang kebijakan Inggris terhadap Hong Kong oleh juru bicara kementerian luar negeri China tidak dapat diterima dan tidak akurat," kata juru bicara Kantor Luar Negeri Inggris kepada AFP.
 
Hubungan kedua belah pihak berubah menjadi isu panas di London karena Inggris akan segera keluar dari Uni Eropa dan adopsi teknologi 5G.
 
Baca juga: Kepolisian Hong Kong Tangkap 13 Orang Terkait Kerusuhan.
 

Brexit memaksa Inggris untuk mencari hubungan perdagangan yang lebih dekat dengan Amerika Serikat dan ekonomi Asia yang berkembang pesat. Dan raksasa telekomunikasi Huawei yang dilanda kontroversi di Tiongkok telah mengambil alih kepemimpinan global dalam meluncurkan jaringan seluler generasi berikutnya yang seharusnya berfungsi sebagai pintu gerbang ke "internet of things".
 
Sementara Inggris telah di bawah tekanan dari Amerika Serikat untuk menjatuhkan Huawei dari rencananya atas masalah keamanan nasional dan dari Tiongkok tentang konsekuensi perdagangan jika itu terjadi.
 
Pemahaman terbaik
 
Menlu Jeremny Hunt tampaknya mencoba melunakkan komentar sebelumnya dan menegaskan kembali kredensial kepemimpinannya dalam siaran wawancara televisi pada Rabu malam.
 
"Saya sudah sangat beralasan dengan Tiongkok. Saya seseorang yang percaya kita harus berteman baik dengan Tiongkok, saya ingin kita berdagang dengan Tiongkok,” kata Hunt kepada Channel 4 News.
 
"Saya ingin kita memiliki pemahaman terbaik antara dua negara besar di dunia,” imbuh Hunt.
 
Baca juga: KJRI: Hong Kong Masih Aman Dikunjungi.
 
Hunt berupaya memperjuangkan mandat diplomatik dan usahanya dalam perlombaan dua orang dengan mantan Wali Kota London Boris Johnson untuk menggantikan Perdana Menteri Theresa May pada akhir bulan.
 
Dia menggambarkan dirinya sebagai sosok yang berpengalaman dan tahu bagaimana mencapai kesepakatan tentang masalah berduri sambil mengamankan kepentingan Inggris di luar negeri.
 
Johnson mengatakan kepada sebuah acara kampanye pada Rabu bahwa ia mendukung para pengunjuk rasa Hong Kong 'setiap inci'.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif