Kantor Statistik Nasional Inggris (ONS) memperkirakan bahwa sekitar 1 dari 45 orang di rumah tangga pribadi di Inggris atau 1,2 juta orang memiliki covid-19 dalam seminggu hingga 16 Desember. Angkanya disebut menjadi level tertinggi yang terlihat dalam pandemi.
November lalu, Pemerintah Konservatif Inggris memberlakukan kembali aturan yang mewajibkan masker wajah di toko-toko. Mereka juga memerintahkan orang untuk menunjukkan bukti vaksinasi atau tes virus korona negatif, sebelum memasuki klub malam dan tempat-tempat ramai lainnya dalam upaya untuk memperlambat penyebaran Omicron.
Pemerintah Inggris mengatakan pada Kamis, pihaknya tidak akan memberlakukan pembatasan baru sebelum Natal, namun mungkin akan melakukannya segera setelahnya.
Pejabat setempat diketahui juga mendesak orang untuk dites secara teratur dan mengurangi bersosialisasi. Mayoritas orang di Inggris telah mengindahkan saran itu, membuat bisnis hiburan dan perhotelan terguncang pada waktu yang seharusnya menjadi waktu tersibuk mereka sepanjang tahun.
Pemerintah pun telah menawarkan hibah dan pinjaman untuk mendukung restoran, bar, teater, dan tempat-tempat lain. Namun, banyak yang mengatakan itu tidak cukup untuk menghentikan mereka bangkrut.
Kebijakan yang ditetapkan oleh pemerintah Inggris berlaku di negara maju tersebut. Bagian lain dari Inggris, seperti Skotlandia, Wales, dan Irlandia Utara telah menetapkan batasan yang sedikit lebih ketat, termasuk penutupan klub malam.
Pemerintah berharap booster vaksin akan memberikan benteng melawan Omicron, seperti yang ditunjukkan oleh data, dan telah menetapkan tujuan untuk menawarkan semua orang berusia 18 tahun ke atas suntikan ketiga pada akhir Desember mendatang.
(Nadia Ayu Soraya) Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda(FJR)