Aplikasi Twitter terlihat di Apple App Store. (SAMUEL CORUM / AFP)
Aplikasi Twitter terlihat di Apple App Store. (SAMUEL CORUM / AFP)

Populer Internasional: Gedung Putih Pantau Twitter hingga Kabinet Ramping Malaysia

Willy Haryono • 30 November 2022 09:01
Washington: Gedung Putih sedang memantau secara seksama mengenai potensi adanya misinformasi di Twitter, media sosial yang telah dibeli oleh miliarder Elon Musk.
 
Pantauan langsung dari Washington ini menjadi salah satu berita terpopuler di kanal internasional Medcom.id pada Rabu, 30 November 2022.
 
Dua berita terpopuler lainnya adalah seputar keinginan Indonesia yang menginginkan ASEAN menjadi pusat pertumbuhan dan mengenai upaya Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim yang ingin membentuk kabinet ramping.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Berikut selengkapnya:

Gedung Putih Pantau Secara Seksama Potensi Misinformasi di Twitter

"(Misinformasi) ini adalah sesuatu yang pasti kami pantau," kata juru bicara Gedung Putih Karine Jean-Pierre.
 
"Memastikan bahwa ketika ada misinformasi, ketika ada ujaran kebencian, mereka (manajemen Twitter) akan mengambil tindakan, bahwa mereka akan terus mengambil tindakan," sambungnya.
 
Elon Musk, yang telah mengaktifkan kembali sejumlah akun Twitter yang sebelumnya ditangguhkan, mengatakan pada akhir pekan kemarin bahwa pendaftaran pengguna baru media sosialnya mencapai tingkat tertinggi "sepanjang masa."
 
Apa lagi yang disampaikan Gedung Putih atas potensi terjadinya misinformasi di Twitter? Cek selengkapnya di sini.

Indonesia Ingin ASEAN Jadi Pusat Pertumbuhan, Ini Kata Mantan Menlu

Keketuaan Indonesia di ASEAN tahun depan mengambil tema 'ASEAN Matters: Epicentrum of Growth.' Mantan Menteri Luar Negeri RI Hassan Wirajudha memberikan pandangannya mengenai tema tersebut.
 
'Growth itu kan seperti teori kebijakan yang kita anut, sejak masa Presiden Soeharto," kata Hassan di Sekretariat ASEAN di Jakarta.
 
"Hanya dengan stabilitas politik dan keamanan, kita bisa memfokuskan energi, waktu, dan sumber daya kita untuk pembangunan ekonomi, itu tesis kita sejak awal," sambung dia.
 
Apa lagi yang disampaikan Hassan Wirajuda mengenai hal ini? Cek selengkapnya di sini.

Anwar Masih Butuh Waktu untuk Bentuk Kabinet Baru yang Ramping

Diperlukan lebih banyak waktu untuk mempertimbangkan semua pandangan sebelum meluncurkan kabinet yang lebih ramping. Hal itu diungkapkan Perdana Menteri Malaysia Datuk Seri Anwar Ibrahim.
 
"Tidak seperti dulu, karena pemerintahan persatuan ini melibatkan banyak pihak. Sebelum mengambil keputusan, saya harus mendengarkan semua pandangan. Masalahnya sekarang kabinet akan dirampingkan," kata Anwar.
 
Anwar berbicara tentang praktik sebelumnya sehubungan dengan penunjukan kabinet, di mana banyak penunjukan dilakukan.
 
Apa lagi yang disampaikan Anwar dalam pembentukan kabinet ramping di Malaysia? Cek selengkapnya di sini.
 
(WIL)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif