Presiden AS Donald Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping perlihatkan persaingan ketat kedua negara. Foto: AFP
Presiden AS Donald Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping perlihatkan persaingan ketat kedua negara. Foto: AFP

Pandemi Pertajam ‘Pertempuran’ AS dan Tiongkok di PBB

Internasional as-tiongkok covid-19 Sidang Majelis Umum PBB 2020
Fajar Nugraha • 16 September 2020 15:18
New York: Ketegangan yang telah lama membara antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok telah mencapai titik didih di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) terkait pandemi virus korona. Panggung PBB menyoroti upaya Beijing untuk mendapatkan pengaruh multilateral yang lebih besar sebagai tantangan bagi kepemimpinan tradisional Washington.
 
Presiden Tiongkok Xi Jinping mempercepat permainan kekuasaannya di PBB karena ketidakpedulian Presiden Donald Trump terhadap kerja sama internasional. Para diplomat mengatakan, ulah Trump menyebabkan Amerika Serikat menghentikan kesepakatan global tentang iklim dan Iran dan meninggalkan Dewan Hak Asasi Manusia PBB dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
 
"Jelas, dalam pikiran saya, pertempuran untuk nyawa PBB sedang terjadi," kata seorang diplomat senior Eropa yang berbicara enggan menyebut nama, seperti dikutip AFP, Rabu 16 September 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Kebijakan ‘Utamakan Amerika atau America’s First’ dari Trump telah merusak karena Tiongkok memiliki pernyataan halus bahwa mereka adalah multilateralis sejati,” imbuh diplomat itu.
 
Sementara Trump telah menjadikan Tiongkok sebagai salah satu sasaran tembak ketika, berupaya terpilih lagi sebagai Presiden AS untuk periode kedua. Pilpres AS sendiri akan berlangsung pada 3 November 2020, namun permusuhan diplomatik telah meluas dari AS dan Tiongkok dan menyebar ke dalam pertemuan publik dari 193 anggota Sidang Majelis Umum PBB dan 15 anggota Dewan Keamanan.
 
Presiden Xi diperkirakan akan melakukan kunjungan langka ke markas PBB di New York minggu depan untuk pertemuan tahunan para pemimpin dunia. Kehadiran Xi bisa memberikan kesempatan untuk pertemuan langsung dengan Trump. Tapi sekarang dia akan mengirim pernyataan video karena pandemi.

 
Trump menyalahkan Tiongkok karena kurangnya transparansi tentang virus korona yang muncul di kota Wuhan di Tiongkok tahun lalu. Namun Negeri Tirai Bambu membantah tuduhan Trump dan berbalik mencurigai pasukan AS yang telah membawa virus itu ke Wuhan.

Arah berbahaya

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengatakan, “Kami bergerak ke arah yang sangat berbahaya."
 
“Ada risiko perpecahan antara dua kekuatan ekonomi terbesar dunia yang pada dasarnya dapat menghasilkan dua ekonomi global, yang akan berdampak dramatis, terutama bagi negara-negara berkembang yang akan berada di tengah,” tutur Guterres.
 
“Perpecahan dapat menyebabkan bentuk-bentuk konfrontasi militer yang akan sangat tidak diinginkan,” tegasnya.
 
Ketegangan antara dua penyumbang keuangan terbesar Perserikatan Bangsa-Bangsa, ada di depan pikiran banyak diplomat di badan dunia itu.
 
"Ini adalah sesuatu yang sekarang Anda pikirkan hampir setiap hari. Bagaimana kedua Negara Adi Daya melihat masalah tertentu, terutama hubungan AS, Tiongkok yang berkembang dalam periode mendatang dan melihat hal itu meluas," ucap seorang diplomat senior Negara Arab yang berbicara dengan syarat anonimitas.
 
Butuh waktu berbulan-bulan bagi Dewan Keamanan PBB untuk mengadopsi resolusi tentang virus korona karena Amerika Serikat menentang penyebutan WHO. Pada Jumat Washington dan sekutunya Israel adalah satu-satunya dua negara yang memilih 'tidak' pada resolusi pandemi di Majelis Umum, padahal resolusi itu diadopsi dengan dukungan luar biasa.

 
Tiongkok yang lebih tegas telah mengajukan lebih banyak kandidat untuk posisi senior PBB dan mendorong bahasa yang terkait dengan ideologi Partai Komunis Tiongkok dimasukkan dalam resolusi PBB.


Permainan tak berhenti

Dalam deklarasi untuk memperingati 75 tahun Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) -,yang disetujui oleh Sidang Umum pada Juli dan akan diadopsi oleh para pemimpin dunia pada Senin 21 September,- Amerika Serikat, Inggris, Jepang, India, Kanada dan Australia keberatan dengan frase "visi kami untuk masa depan bersama,”. “Negara-negara itu mengatakan bahwa frase tersebut adalah retorika Xi,” kata para diplomat.
 
Amerika Serikat mengumumkan pada Januari bahwa mereka telah menugaskan seorang pejabat tinggi Kementerian Luar Negeri untuk melawan ‘pengaruh jahat’ Tiongkok dan lainnya di Perserikatan Bangsa-Bangsa. Duta Besar AS untuk PBB Kelly Craft mengatakan pekan lalu bahwa prioritasnya adalah membuat lebih banyak orang Amerika atau orang-orang dari negara-negara yang berpikiran sama bekerja dalam sistem PBB.
 
Mantan kepala urusan politik PBB Jeffrey Feltman, yang mengundurkan diri pada 2018 mengatakan, Washington sekarang perlu bersaing untuk mendapatkan pengaruh "daripada menganggap meraih penghormatan otomatis dari PBB."
 
"PBB dapat dikategorikan sebagai 'kandang' bagi Amerika Serikat, tetapi berjalan di luar lapangan akan memfasilitasi Tiongkok untuk mengisi kekosongan," tulis Feltman untuk Brookings Institution.
 
"Permainan tidak berhenti saat kita keluar dari lapangan,” ucap Feltman.
 
Pelaksanaan Sidang Majelis Umum PBB ke-75 berlangsung dimulai pada 15 September 2020. Sementara general debate akan berlangsung antara 22-29 September 2020 dan dapat dipastikan isu pandemi covid-19 menghiasi sidang tahun ini.
 
(FJR)
Read All



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif