Ilustrasi oleh Medcom.id.
Ilustrasi oleh Medcom.id.

Kemenkeu AS Tetapkan 5 WNI sebagai Fasilitator Keuangan ISIS

Internasional Amerika Serikat terorisme isis wni WNI Gabung ISIS
Marcheilla Ariesta • 10 Mei 2022 14:55
Washington: Kantor Pengawasan Aset Asing (OFAC) Kementerian Keuangan Amerika Serikat (AS) menetapkan lima orang diduga warga negara Indonesia (WNI) sebagai fasilitator keuangan kelompok teror Islamic State (ISIS). Mereka beroperasi di seluruh Indonesia, Suriah dan Turki.
 
"Lima orang yang ditetapkan ini sesuai dengan Perintah Eksekutif (EO) 13224, yang memainkan peran kunci dalam memfasilitasi perjalanan ekstremis ke Suriah dan daerah lain di mana ISIS beroperasi," kata pernyataan OFAC Kemenkeu AS di situs mereka, Selasa, 10 Mei 2022.
 
Mereka mengatakan, jaringan ini melakukan transfer keuangan untuk mendukung upaya ISIS di kamp-kamp pengungsi yang berbasis di Suriah dengan mengumpulkan dana di Indonesia dan Turki. Beberapa diantaranya, digunakan untuk membayar penyelundupan anak-anak keluar dari kamp dan mengirim mereka ke militan ISIS sebagai calon rekrutan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Hal ini dikeluarkan bertepatan dengan pertemuan ke-16 Counter ISIS Finance Group (CIFG) Global Coalition to Defeat ISIS. Amerika Serikat, Italia, dan Arab Saudi bersama-sama memimpin CIFG—yang terdiri dari hampir 70 negara dan organisasi internasional—dan mengoordinasikan upaya melawan jaringan dukungan keuangan ISIS di seluruh dunia.
 
"Hari ini, Departemen Keuangan telah mengambil tindakan untuk mengekspos dan mengganggu jaringan fasilitasi internasional yang telah mendukung perekrutan ISIS, termasuk perekrutan anak-anak yang rentan di Suriah," kata Wakil Menteri Keuangan urusan Terorisme dan Intelijen Keuangan AS, Brian E. Nelson.
 
"Amerika Serikat, sebagai bagian dari Koalisi Global untuk Mengalahkan ISIS, berkomitmen untuk menyangkal kemampuan ISIS untuk mengumpulkan dan memindahkan dana ke berbagai yurisdiksi," sambungnya.
 
Penghuni kamp pengungsi di Suriah termasuk mereka yang kabur dari ISIS, anggota ISIS, pendukung dan bahkan keluarga mereka. Para simpatisan ISIS di lebih dari 40 negara dunia mengirimkan uang kepada individu-individu ini untuk mendukung kebangkitan ISIS di masa depan.
 
Al-Hawl adalah kamp pengungsi terbesar di timur laut Suriah, dan menampung hingga 70.000 orang, yang sebagian besar adalah wanita dan anak-anak. Di sana, pendukung ISIS menerima hingga USD20 ribu (setara Rp290,8 juta) per bulan melalui hawala, sebuah mekanisme transfer informal.
 
Read All



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif