Salman Rushdie ditusuk oleh Hadi Matar di New York, Amerika Serikat. Foto: AFP
Salman Rushdie ditusuk oleh Hadi Matar di New York, Amerika Serikat. Foto: AFP

Siapa Hadi Matar, Pemuda Pelaku Penikaman ke Salman Rushdie

Fajar Nugraha • 16 Agustus 2022 07:08
New York: Serangan yang ditargetkan, tidak diprovokasi, dan direncanakan sebelumnya terhadap Salman Rushdie menunjuk kepada satu nama pelaku, Hadi Matar. Pemuda 24 tahun itu tengah diselidiki atas tuduhan melakukan penyerangan terhadap Rushdie.
 
Tersangka penyerang Sir Salman Rushdie telah membantah percobaan pembunuhan dan penyerangan dalam apa yang disebut jaksa sebagai kejahatan "pra-rencana".
 
Hadi Matar diidentifikasi oleh polisi New York, Amerika Serikat setelah serangan pada Jumat. Dia muncul di pengadilan di negara bagian New York pada Sabtu mengenakan seragam penjara dan masker wajah sebelum mengajukan pembelaannya tidak bersalah.
 
Baca: Iran Salahkan Salman Rushdie dan Pendukungnya atas Penikaman di New York.

Seorang hakim memerintahkan dia untuk ditahan tanpa jaminan setelah jaksa wilayah Jason Schmidt mengatakan Matar mengambil langkah dengan sengaja menempatkan dirinya dalam posisi untuk menyakiti Sir Salman Rushdie.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Ini adalah serangan yang ditargetkan, tidak diprovokasi, dan direncanakan sebelumnya terhadap Rushdie," kata Schmidt, seperti dikutip Sky News, Selasa 16 Agustus 2022.
 
Polisi belum menetapkan motif penusukan yang menyebabkan penulis berusia 75 tahun itu terluka parah. Siapakah sebenarnya Hadi Matar?
 
Inilah yang kami ketahui tentang tersangka sejauh ini:

1. Lahir di AS

Matar berasal dari Fairview, New Jersey, dan telah membeli tiket untuk acara di Chautauqua Institution. Saksi mata, Kathleen Jones mengatakan penyerang itu berpakaian hitam, dengan topeng hitam.
 

 
Matar lahir di Amerika Serikat dari orang tua Lebanon yang beremigrasi dari Yaroun, sebuah desa perbatasan di Lebanon selatan, Wali kota Ali Tehfe mengatakan kepada kantor berita AP.
 
Dia diyakini lahir sekitar satu dekade setelah penerbitan The Satanic Verses, buku yang mengundang ancaman kematian Sir Salman Rushdie, pada tahun 1988.
 
Menurut NBC, ia lahir di California, tetapi baru saja pindah ke New Jersey.
 
Sumber mengatakan bahwa Matar juga memiliki SIM New Jersey palsu.
 
Rosaria Calabrese, manajer State of Fitness Boxing Club di North Bergen, New Jersey, mengatakan bahwa Matar telah bergabung pada April. Tetapi Matar telah mengirim email kepadanya beberapa hari yang lalu untuk mengatakan bahwa dia ingin membatalkan keanggotaannya karena "dia tidak akan kembali untuk sementara waktu".
 
Pemilik gym Desmond Boyle mengatakan, dia melihat "tidak ada kekerasan" tentang Matar. Boyle menggambarkannya sebagai orang yang sopan dan pendiam, namun seseorang yang selalu terlihat "sangat sedih" dan menolak upaya orang lain untuk menyambutnya.
 
"Dia memiliki penampilan ini setiap kali dia masuk. Sepertinya itu adalah hari terburuk dalam hidupnya," kata Boyle.
 

 
Polisi dan FBI telah menutup area di sekitar rumah Matar.

2. ’Simpati ekstremis' diselidiki

Pihak berwenang tidak yakin apakah Matar memiliki catatan kriminal, kata Mayor Polisi Negara Bagian New York Eugene J Staniszewski.
 
“Sebuah ransel yang diyakini telah ditinggalkan oleh tersangka diamankan oleh anggota regu penjinak bom, dan polisi negara bagian telah meminta surat perintah penggeledahan untuk melihat ke dalam,” kata Mayor Staniszewski.
 
Menurut NBC News, yang mengutip seorang pejabat penegak hukum dengan pengetahuan langsung tentang penyelidikan, tinjauan awal media sosial Matar menunjukkan bahwa ia bersimpati pada ekstremisme Syiah dan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran.
 
Baca: Tersangka Penikaman Salman Rushdie Miliki Kontak di Garda Revolusi Iran.

 
IRGC telah dicap sebagai organisasi teroris oleh AS.
 
“Pihak berwenang sedang menyelidiki dugaan simpati tersebut. Namun, tidak ada hubungan pasti antara Matar dan IRGC,” sumber penegak hukum mengatakan kepada NBC.
 
Kelompok bersenjata Lebanon yang didukung Iran, Hizbullah mengatakan, tidak memiliki informasi tentang penikaman itu dan tidak akan mengomentarinya.

3. Ponsel diperiksa

Aplikasi perpesanan ponsel milik Matar menyertakan gambar Qassem Soleimani, komandan IRGC yang tewas dalam serangan pesawat tak berawak AS pada Januari 2020.
 
Telepon itu juga dilaporkan menyertakan gambar seorang ekstremis Irak yang bersimpati kepada rezim Iran.
 
Pengacara Matar, Nathaniel Barone mengatakan, dia masih mengumpulkan informasi dan menolak berkomentar.

 
(FJR)
Read All




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif