Jenderal Senior Myanmar Min Aung Hlaing. Foto: AFP
Jenderal Senior Myanmar Min Aung Hlaing. Foto: AFP

Populer Internasional: Pemimpin Myanmar di Rusia hingga Kompensasi WNI Ditolak

Internasional Amerika Serikat Myanmar Iran wni rusia joe biden Singapura Berita Terpopuler Hari Ini Berita Terpopuler Internasional Min Aung Hlaing Kudeta Myanmar Ebrahim Raisi
Fajar Nugraha • 22 Juni 2021 08:58
Moskow: Nikolai Patrushev, Sekretaris Dewan Keamanan Rusia dan pemimpin militer Myanmar berkomitmen untuk lebih memperkuat keamanan dan hubungan lain antara kedua negara. Hal ini dicapai pada pertemuan Moskow pada Senin 21 Juni 2021.
 
Isu itu menjadi berita terpopuler Internasional Medcom yang diikuti dengan beberapa berita lainnya. Kabar menarik lainnya termasuk, Presiden terpilih Iran Ebrahim Raisi yang enggan bertemu dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden.
 
Diikuti dengan kabar mengenai pekerja migran Indonesia Parti Liyani, yang tuntutan kompensasinya ditolak oleh Pengadilan Singapura. Berikut selengkapnya mengenai berita terpopuler Internasional Medcom:

1. Sambangi Rusia, Pemimpin Junta Myanmar Komitmen Kerja sama Keamanan

Nikolai Patrushev, Sekretaris Dewan Keamanan Rusia, dan pemimpin militer Myanmar berkomitmen untuk lebih memperkuat keamanan dan hubungan lain antara kedua negara. Hal ini dicapai pada pertemuan Moskow pada Senin 21 Juni 2021.
 
Pemimpin militer Myanmar, Jenderal Senior Min Aung Hlaing, terbang ke ibu kota Rusia pada Minggu untuk menghadiri konferensi keamanan. Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov sebelumnya pada Senin mengatakan Presiden Vladimir Putin tidak akan bertemu Min Aung Hlaing, Interfax melaporkan.
 
Aktivis hak asasi manusia menuduh Moskow melegitimasi pemerintah militer Myanmar, yang berkuasa dalam kudeta 1 Februari dengan melanjutkan kunjungan bilateral dan kesepakatan senjata.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kesepakatan apa yang dihasilkan dalam pertemuan itu? Selanjutnya di sini.


2. Presiden Terpilih Iran Enggan Bertemu dengan Joe Biden

Presiden terpilih Iran Ebrahim Raisi mendukung pembicaraan antara Iran dan enam kekuatan dunia untuk menghidupkan kembali kesepakatan nuklir 2015. Namun dia dengan tegas menolak pertemuan dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden, bahkan jika Washington menghapus semua sanksi.
 
  • Halaman :
  • 1
  • 2
Read All



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif