NEWSTICKER
Menlu Iran Javad Zarif tegaskan tak ingin konfrontasi dengan Inggris. Foto: AFP.
Menlu Iran Javad Zarif tegaskan tak ingin konfrontasi dengan Inggris. Foto: AFP.

Iran Tak Bermaksud Mencari Konfrontasi dengan Inggris

Internasional inggris iran
Fajar Nugraha • 23 Juli 2019 14:22
Teheran: Iran menyuarakan pesan bagi siapapun yang akan menjadi Perdana Menteri Inggris teranyar. Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif menegaskan pihaknya tidak mencari konfrontasi dengan Inggris.
 
Kandidat utama PM Inggris saat ini mengerucut pada dua nama yakni, Boris Johnson dan Jeremy Hunt. Tetapi Johnson diperkirakan menjadi kandidat kuat pemenang dan Zarif pun menyasar pesannya kepada Johnson.
 
Baca juga: Boris Johnson Diperkirakan jadi Perdana Menteri Inggris.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Sangat penting bagi Boris Johnson ketika dia memasuki 10 Downing Street (kantor PM Inggris) untuk memahami bahwa Iran tidak mencari konfrontasi, bahwa Iran menginginkan hubungan normal berdasarkan saling menghormati," kata Zarif kepada wartawan di Managua, seperti dikutip AFP, Selasa, 23 Juli 2019.
 
Zarif menanggapi pertanyaan tentang apakah ia memiliki pesan untuk Johnson, favorit untuk ditunjuk sebagai pemimpin baru partai Konservatif pada Selasa. Johnson kemudian akan mengambil alih posisi Theresa May sebagai Perdana Menteri pada Rabu.
 
Kedua negara saat ini terus mengalami ketegangan, terutama setelah Iran menyita sebuah kapal tanker Negeri Ratu Elizabeth itu. Inggris telah menuntut agar Iran melepaskan tanker berbendera Inggris yang disita di Selat Hormuz pada Jumat.
 
Baca juga: Iran Sita Kapal Tanker Inggris di Selat Hormuz.
 
Itu terjadi dua minggu setelah pemerintah Inggris menyita sebuah kapal tanker Iran dari Gibraltar karena dicurigai melanggar sanksi terhadap Suriah.
 
Zarif mengklaim bahwa langkah Inggris diatur oleh Amerika Serikat, yang Presiden Donald Trump pada Senin mengecam republik Islam itu sebagai "negara teror" teratas dunia.
 
"Sudah jelas sejak awal bahwa Inggris melakukan penawaran untuk pemerintahan Trump," kata Zarif.
 
"Apa yang orang Inggris lakukan dan apa yang dilakukan otoritas Gibraltar di Selat Gibraltar adalah pelanggaran hukum internasional. Itu pembajakan,” tegasnya.
 
Menteri Luar Negeri Inggris Jeremy Hunt, yang bersaing dengan Johnson menjadi PM Inggris berikutnya, mengatakan bahwa London ingin "mengurangi ketegangan" dengan Iran tetapi bersikeras bahwa kapal tanker Grace 1 disita karena "ia membawa minyak, terhadap Sanksi Uni Eropa, untuk Suriah. "
 
Baca juga: Inggris Sita Supertanker Minyak Iran dalam Pelayaran ke Suriah.
 
Zarif menggambarkan tuduhan-tuduhan itu sebagai tidak berdasar dan menuduh Inggris bertindak "lebih suci daripada Paus" dalam menerapkan aturan-aturan yang "Uni Eropa sendiri tidak akan melakukannya."
 
"Semua orang mengerti bahwa memulai konflik mungkin mudah, tetapi mengakhiri itu tidak mungkin," sebut Zarif.
 
Hunt mengatakan kepada parlemen Inggris pada hari Senin bahwa ia akan berusaha untuk "menyusun misi perlindungan maritim yang dipimpin Eropa" untuk jalur pengiriman di wilayah Teluk.
 
Zarif tiba di Nikaragua pada Minggu setelah pertemuan di Gerakan Non-Blok Venezuela. Seperti Iran, Pemerintah Venezuela dan Nikaragua dikenai sanksi AS.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif