Kapal tanker Stena Impero. (Foto: ERWIN WILLEMSE)
Kapal tanker Stena Impero. (Foto: ERWIN WILLEMSE)

Iran Sita Kapal Tanker Inggris di Selat Hormuz

Internasional inggris iran
Willy Haryono • 20 Juli 2019 08:51
London: Iran menyita sebuah kapal tanker berbendra Inggris di Selat Hormuz. Menteri Luar Negeri Inggris Jeremy Hunt menegaskan akan adanya "konsekuensi serius" jika Iran tidak segera melepaskan kapal bernama Stena Impero tersebut.
 
Pemilik Stena Impero mengaku tidak dapat berkomunikasi lagi dengan kapal yang memiliki 23 personel itu. Hunt mengatakan Stena Impero digiring ke perairan Iran oleh empat kapal dan sebuah helikopter.
 
Satu kapal tanker lainnya, milik Inggris dan berbendera Liberia, juga sempat dinaiki pasukan bersenjata Iran. Namun kapal bernama Mesdar itu diizinkan kembali melanjutkan perjalanan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Mesdar yang memiliki 25 personel sempat dikepung 10 speedboat pada Jumat 19 Juli, sekitar pukul 17.30 waktu setempat.
 
Baca:Hilang dari Radar, Kapal Tanker Minyak Diduga Dirampas Iran
 
Media terafiliasi Garda Revolusioner Iran mengatakan tanker Inggris ditahan karena melanggar tiga aturan: mematikan GPS, berlayar melalui pintu keluar Selat Hormuz dan mengabaikan peringatan.
 
Komite darurat pemerintah Inggris, Cobra, telah dua kali menggelar pertemuan di Whitehall untuk mendiskusikan insiden penyitaan tanker. Seorang juru bicaranya mengatakan kepada BBC bahwa pemerintah Inggris "sangat khawatir terhadap langkah Iran." Ia menambahkan Inggris menilai langkah tersebut "merepresentasikan rintangan terhadap kebebasan bernavigasi."
 
"Kami telah menyarankan agar perusahaan perlayaran Inggris menjauhi wilayah tersebut untuk sementara waktu," lanjutnya, dilansir dari situs BBC, Sabtu 20 Juli 2019.
 
Hunt menegaskan pihaknya tidak mempertimbangkan opsi militer, namun "kami mencoba mencari cara diplomatik untuk menyelesaikan situasi saat ini."
 
Kru dari kedua tanker berasal dari beragam negara, namun tidak ada asal Inggris. Stena Impero berlayar dengan bendera Inggris dan terdaftar di London.
 
"Duta besar kami di Teheran sedang berkomunikasi dengan Kemenlu Iran untuk menyelesaikan situasi ini, dan kami juga sedang berkoordinasi dengan mitra internasional," tutur Hunt.
 
Penyitaan terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara Inggris, AS dan Iran. Ketegangan antara Inggris dan Iran terjadi bulan ini, saat London menyita sebuah tanker Iran yang diduga melanggar sanksi Uni Eropa.
 
Inggris menduga Grace 1, yang disita pada 4 Juli di dekat Gibraltar, sedang membawa minyak menuju Suriah. Iran merespons situasi tersebut, dan mengancam akan menyita tanker Inggris.

 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif